3 Korban Penyerangan Mapolsek Ciracas Masih Dirawat di RSPAD Gatot Soebroto

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Kamis 03 September 2020 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 338 2272285 3-korban-penyerangan-mapolsek-ciracas-masih-dirawat-di-rspad-gatot-soebroto-2xnFZT5bL4.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Satu sipil dan dua anggota Polri yang menjadi korban penganiayaan oknum TNI AD saat melakukan penyerangan ke Mapolsek Ciracas pada Sabtu 29 Agutus 2020 dini hari lalu masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Lima hari berselang setelah penyerangan tersebut, kondisi ketiganya tak kunjung membaik.

Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Letnan Jenderal Bambang Dwi Hasto mengatakan, satu korban dari anggota Polri mengalami penurunan oksigen pada saluran napas atau saturasi. 

"Pasien yang ketiga Bripda yang baru dipindahkan ke RSPAD pada Senin saturasinya menurun karena ada masalah di paru-parunya," kata Letjen Bambang Dwi Hasto di Markas Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad), Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2020).

Baca Juga: Pasca-Perusakan Mapolsek Ciracas, Pangdam Jaya Pastikan TNI-Polri Tetap Solid

Bambang tidak menyebutkan secara rinci luka yang dialami pasien dari anggota Polri tersebut. Namun, lanjut dia, pasien tersebut sudah menjalani CT Scan saat dipindah ke RSPAD. "Kemarin sudan di CT Scan tidak ada patah tulang, dan tidak ada pendarahan di kepala," ujarnya.

 

Lebih lanjut, Bambang menyebutkan, penurunan saturasi yang diderita pasien ketiga disebabkan karena ada pendarahan di saluran pernapasan akibat trauma pada paru-paru. "Ada gumpalan darah yang menutup saluran napas. Kondisi pernapasannya baik, tapi kesadarannya belum membaik," katanya.

Baca Juga:  Puspom TNI Duga Prajurit AU dan AL Terlibat Penyerangan Mapolsek Ciracas 

Sementara itu, dua korban lainnya kondisinya pun masih memprihatinkan. Pasien kedua dengan inisial E yang juga merupakan anggota Polri berpangkat Brigadir mengalami luka di bagian mata dan pipi kanan.

"Keluhan mata nyeri ada bayangan bulat tegas di maksila rongga sinus di bawah mata. Setelah operasi retina didapatkan ada robekan di lapisan retina termasuk kerusakan," ungkapnya.

Namun, saat ditanya soal indikasi kebutaan yang dialami oleh pasien, Bambang enggan menyebutkan kemungkinan terburuk yang dialami korban. "Istilah kita masih belum bisa diprediksi. Jadi, kita akan masih menunggu hasil operasi dan masih dilakukan perawatan menggunakan laser. Update berikutnya akan kita laporkan perkembangannya," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini