Share

Siswa Rentan Mencontek saat Belajar Daring, Airin Siapkan Langkah Antisipasi

Hambali, Okezone · Jum'at 04 September 2020 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 338 2272574 siswa-rentan-mencontek-saat-belajar-daring-airin-siapakan-langkah-antisipasi-qii2iNA33c.jpg Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany (ketiga dari kiri). Foto: Hambali-Okezone

TANGERANG - Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi para siswa tak sepenuhnya berlangsung efektif. Khususnya soal pengawasan terhadap tugas ujian yang diberikan pihak sekolah. Sebab, keleluasaan mengerjakan ujian di ruang kelas akan sangat berbeda dengan mengerjakannya di rumah secara daring.

Jika tak diantisipasi, maka sekolah daring bisa menurunkan kualitas pembelajaran para siswa. Tak ada yang menjamin, jika tugas ujian murni dikerjakan tanpa mencontek, tanpa bantuan orangtua, keluarga, ataupun sumber referensi lainnya.

"Kami tidak ingin dalam PJJ yang pinter malah ibunya, orangtuanya, bukan siswanya. Karena kalau menjalani ujian di ruang kelas saat waktu normal, dengan melakukan ujian di masa daring ini sangat berbeda. Pengawasan akan sangat berkurang. Kalau di kelas kan bisa diawasi guru," kata Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany usai menghadiri peringatan Dies Natalis Universitas Terbuka ke-36 di Pondok Cabe, Pamulang, Jumat (4/9/2020).

Dikatakan Airin, saat ini sekolah di Tangsel hanya mengandalkan Video Conference (Vicon) saat pembelajaran daring. Pilihan itu dilakukan guna mengantisipasi adanya penyebaran pandemi Covid-19. Kondisi demikian, kata dia, bakal terus berlangsung sampai ada lampu hijau dari Satgas Covid.

"PSBB tahap 10 ini, semua boleh melakukan aktivitas apapun dengan mematuhi protokol Covid, kecuali di antaranya anak-anak masih tetap belajar di rumah," jelasnya.

Menurut Airin, PJJ bagi siswa sekolah sebenarnya tidak seluruhnya menutupi kebutuhan pendidikan. Melainkan ada aspek lain dalam dunia pendidikan yang hilang, misalnya kedisiplinan masuk sekolah tepat waktu, soal seragam, dan kebiasaan mengaji 15 menit sebelum masuk waktu belajar

"Contoh, dulu waktu normal anak-anak misalnya masuk jam 7, tidak boleh telat. Nah sekarang saat PJJ bagaimana? kan bisa juga nanti kalau dia telat masuk Vicon maka diberi sanksi disiplin. Lalu soal seragam, pada waktu normal semua sudah ada ketentuan, sekarang menyiasatinya bagaimana? Kemudian dulu 15 menit sebelum masuk, ada tadarusan mengaji, maka sekarang hal-hal itu harus dibuat sama, suasananya harus sama," ungkapnya.

Menghadapi tantangan PJJ itu, Airin mengaku tengah banyak berdiskusi dengan pihak Universitas Terbuka (UT). Dia sengaja menggandeng kampus tersebut lantaran telah berpengalaman puluhan tahun menyiapkan platform dan mempraktekkan PJJ bagi mahasiswa diberbagai daerah.

"Tadi diskusi banyak dengan Pak Rektor (UT), karena memang UT ini adalah penyelenggara PJJ terbaik saat ini. Jadi untuk pendidikan karakternya bagaimana, persiapannya, platformnya, UT terlatih dan punya pengalaman soal itu," tukas Airin.

Rektor UT, Ojat Darojat, langsung menanggapi apa yang menjadi kebutuhan dari PJJ siswa sekolah di Kota Tangsel. Menurut dia, pihaknya siap membantu membangun kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) agar para guru memiliki kemampuan yang baik menyelenggarakan PJJ.

"Kami siap menjalani tugas dari ibu (Airin). Karena memang menerapkan PJJ itu tidak bisa sama dengan apa yang selama ini dilakukan tatap muka di ruang kelas. Ada kompetensi yang harus dimiliki para guru, UT siap membantu itu," jelas Ojat.

Sementara saat dikonfirmasi soal kerjasama dengan UT, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Taryono mengaku, bahwa proses penyiapan platform itu saat ini sedang dimatangkan kedua belah pihak. Meskipun, lanjut dia, persoalan tentang distance learning sebenarnya sejak lama telah terjalin.

"Selama ini kami sudah komunikasi dengan fakultas keguruan dan Ilmu pendidikan (UT) tentang hal distance learning dengan berbagai persoalannya. Intinya, PJJ itu adalah bagaimana menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik secara jarak jauh,dan UT telah memiliki perangkatnya," ucap Taryono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini