Polisi Dalami Adanya Korelasi Komunitas Lain dalam Perkara Pesta Gay

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 05 September 2020 07:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 05 338 2272941 polisi-dalami-adanya-korelasi-komunitas-lain-dalam-perkara-pesta-gay-RrLkUTBt9z.JPG Rekonstruksi pesat gay di apartement (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Polda Metro Jaya sedang mendalami adanya keterkaitan antara kelompok gay yang diciduk di sebuah apartemen mewah di bilangan, Setiabudi, Jakarta Selatan, dengan kelompok penyuka jenis sesama lainnya yang juga melakukan pesta seks.

"Kami masih gali apakah ada korelasi komunitas yang kami ungkap dengan komunitas lain," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, Jumat (4/9/2020).

Diketahui, kelompok gay yang digerebek pihaknya beranggotakan sembilan penyelenggara. Mereka terbentuk sejak tahun 2018. Kelompok ini berkomunikasi lewat WhatsApp grup dan Instagram.

Sejak tebentuk pada tahun 2018 lalu, sedikitnya mereka telah menggelar pesta seks gay sebanyak enam kali. Kelompok ini diketahui dua kali dalam satu tahun menggelar pesta gay.

"Kita ketahui bahwa komunitas ini 2018 sudah dua kali melakukan event dan tahun 2020 dua kali melakukan event di bilangan-bilangan tempat di Jakarta berpindah-pindah," kata dia.

Baca Juga: Duh, Panitia Pesta Seks Gay di Apartemen Mewah Positif HIV

Sekada diketahui, jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil menggerebek kegiatan pesta seks gay di apartemen The Kuningan Suites di Jalan Setiabudi Utara Raya, Kuningan, Jakarta Selatan. Penggerebekan dilakukan 29 Agustus 2020.

Penggerebekan ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Sebanyak 56 orang dicokok dalam penggerebekan ini.

Sembilan orang ditetapkan sebagai tersangka yang merupakan pihak penyelenggara. Sementara 47 lainnya yang merupakan peserta hanya sebagai saksi.

Kesembilan tersangka berinisial TRF, BA, NA, KG, SW, NM, A, WH. Atas perbuatan mereka, kesembilan tersangka dikenakan Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 33 Jo Pasal 7 Undang-Undang Pornografi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini