Sidak Resto di Cilandak, Kasatpol PP DKI Mengamuk Gegara Langgar Protokol Kesehatan

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Sabtu 05 September 2020 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 05 338 2273109 sidak-resto-di-cilandak-kasatpol-pp-dki-mengamuk-gegara-langgar-protokol-kesehatan-00Qqyf7l4m.jpg Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin saat marah-marah di sebuah resto di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan (Foto: Instagram Satpol PP DKI)

JAKARTA - Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin marah terhadap management Resto Kopi Tebalik di Cilandak, Jakarta Selatan, lantaran sudah kembali beroperasi pada Jumat (4/9/2020). Hal ini dikarenakan Resto Kopi Tebalik tidak mematuhi sanski penutupan sementara 1x24 jam pada Kamis (3/9/2020).

Hal tersebut terlihat sebagaimana dalam video yang diunggah oleh akun instagram @satpolpp.dki sebagaimana dikutip oleh Okezone, Sabtu (5/9/2020).

“Sudah ditutup, kenapa kau buka? Kau merendahkan wibawa pemerintah daerah. Siapa semua jagoan di sini? Udah ditutup Kamis malam, Gubernur langsung yang menutup, kau main-main lagi?” tegas Arifin.

Baca Juga:  Relawan Covid-19 Garda Terdepan Dorong Warga Disiplin Protokol Kesehatan

Dia menyayangkan pihak resto yang tak menghargai langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memastikan protokol kesehatan Covid-19. Misalnya, seperti mencopot tanda penutupan sementara Resto Kopi Tebalik yang telah dipasan sebelumnya oleh Anies.

“Yang melepaskan tanda aku tuntut kalian, Gubernur yang pasang,” beber dia.

Arifin menyebut jika pihak Resto Kopi Tebalik tak melanggar peraturan protokol kesehatan, maka tak mungkin ditutup langsung.

“Kalau kalian enggak melanggar protokol kesehatan, enggak mungkin ditutup. Tolong rapihkan jaraknya segala macam, kan diarahkan seperti itu,” jelasnya.

“Dikasih tutup satu hari, hanya satu hari tutup. Malam minggu kalian bisa buka enggak ada masalah asalkan kalian rapihkan. Jaraknya dirapihkan urutannya dirapihkan, kapsitas 50%,” imbuh dia.

Baca Juga:  Wagub DKI Sebut Ganjil-Genap untuk Batasi Orang Keluar Rumah

Arifin menegaskan, pemerintah tak pernah melarang masyarakat untuk membuka usahanya. Namun, dipastikan harus menaati protokol kesehatan.

Di sisi lain, ia berjanji akan memeriksa izin dari tempat usaha itu, jika tak lengkap pun langsung ditutup. “Aku minta semua izin diperiksa. Aku tutup permanen kalau enggak ada izinnya,” ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini