Ganjil-Genap Berlaku, Dishub DKI Sebut Kenaikan Pengguna Transportasi Umum 4%

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Minggu 06 September 2020 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 06 338 2273409 ganjil-genap-berlaku-dishub-dki-sebut-kenaikan-pengguna-transportasi-umum-4-uz01qvxhsj.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin menyebut angka kenaikan warga yang menggunakan transportasi umum saat diberlakukannya ganjil-genap dalam PSBB transisi fase I sebesar 4%.

Menurut dia, angka tersebut masih jauh dari kapasitas moda transportasi umum di Ibu Kota mulai Transjakarta, KRL, hingga MRT.

"Bedasarkan data terjadi peningkatan penggunaan angkutan umum, rata-rata terakhir satu bulan kemarin kami dapatkan angkanya sekitar 4 persen, perlu dipahami bahwa 4 persen angka peningkatan ini itu masih jauh dari kapsitas tersedia," kata Syafrin di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (6/9/2020).

 KRL

Syafrin menerangkan, protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat di moda transportasi umum. Dia menegaskan, penumpang tidak akan diberikan masuk tanpa menggunakan masker.

"Jika tidak menggunakan masker maka tidak boleh naik langsung ditolak oleh petugas. Langsung silakan jika ada persediaan masker di halte di stasiun itu pasti diberikan masker untuk digunakan," ujarnya.

Syafrin menerangkan, setiap halte dan stasiun juga telah disediakan tempat cuci tangan hingga hand sanitizer.

"Demikian juga didalam sarana angkutan umumnya. Artinya bahwa kemudiaan satu lagi bahwa di Jakarta di tengah-tengah PSBB Transisi kami tetap menerapkan prinsip kapasitas atau pun jumlah penumpang maksimum yang bisa diangkut itu hanya 50 persen dari kapasitas tersedia," sambungnya.

"Walaupun di Permen Perhubungan itu membolehkan 70 persen jumlah penumpangnya, kami tetap menganggap bawa physical distancing di layanan angkutan umum kita itu tetap menjadi prioritas sehingga kita mampu menekan penularan di angkutan umum," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini