Share

Lusa, DKI Akan Umumkan Hasil Kajian Sepeda Masuk Tol

Bima Setiyadi, Koran SI · Senin 07 September 2020 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 338 2273682 lusa-dki-akan-umumkan-hasil-kajian-sepeda-masuk-tol-HquHNbMBkZ.jpg Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggunakan satu ruas jalan tol dalam kota untuk jalur sepeda di setiap Minggu tetap dilanjutkan meski banyak menuai kontroversi. Hasil kajian yang dilakukan untuk memuluskan rencana tersebut akan diumumkan Rabu 9 September mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, saat ini pihaknya tengah mematangkan kajian penggunaan jalan tol dalam kota untuk jalur sepeda menggunakan simulasi software transportasi.

Sayangnya Syafrin tidak merinci bagaimana kajian menggunakan perangkat lunak tersebut digunakan. Terpenting, kata dia, hasilnya akan diumumkan pada pekan ini atau Rabu 9 September mendatang.

"Mudah-mudahan hari Rabu besok hasil simulasi ini akan kami paparkan kepada stakeholder yang ada," kata Syafrin kepada wartawan, Senin (7/9/2020).

Baca Juga: Pemprov DKI Simulasikan Sepeda Masuk Jalan Tol 

Syafrin menjelaskan, sejalan dengan meningkatnya animo masyarakat menggunakan sepeda sebagai alat transportasi dan sebagai alat olahraga, pihaknya telah mengusulkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk penyediaan satu ruas jalan sepeda di Tol Lingkar Dalam Jakarta (Cawang-Tanjung Priok) sisi barat.

Rencananya, kata Syafrin pengunaan jalur sepeda di tol dalam kota pada Minggu pagi itu khusus untuk sepeda roadbike atau sepeda balap. "Kami terus lakukan kajian untuk mematangkan rencana itu," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, rencana penggunaan jalur sepeda di Jalan Tol dalam kota itu sebelumnya menuai kontroversi. Mulai dari masyarakat, pengamat hingga komunitas sepeda balap

Wakil Ketua Umum Bidang Komunitas Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Toto Ame mengatakan, usulan Pemprov DKI Jakarta untuk menjadikan satu tuas jalan tol dalam kota sebagai jalur sepeda balap itu sama saja pembunuhan massal. Meskipun kebijakan itu berlaku hanya pada Minggu pagi.

"Kami di ISSI bingung dengan rencana itu. Kalau misalnya jalan tol ditutup sama sekali, tidak ada kendaraan bermotor hanya sepeda, itu oke banget. Nah, kalau hanya satu ruas dan dibatasi pakai traffic cone gitu sama aja pembunuhan massal," kata Toto Ame kepada wartawan, Kamis 27 Agustus 2020.

Toto menjelaskan, di Jalan bebas hambatan dengan kecepatan minimal 50 kilometer per jam dan hanya dibatasi cone itu sangat rawan terjadi kecelakaan. Menurutnya, di Jalan reguler saja, banyak terjadi kecelakaan jalur sepeda dengan pembatas cone.

Baca Juga:  Lantik 7 Pejabat DKI, Anies Minta Langsung Bergerak Ekstra Cepat

Toto menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta mengoptimalkan jalur sepeda yang sudah ada saat ini. Kebijakan yang diberikan kepada komunitas sepeda balap untuk latihan di Jalan Sudirman Thamrin dinilai sudah cukup.

"Teman teman pesepeda road bike berlatih di Sudirman Thamrin. Jam 7 udah selesai. Pada saat kondisi kendaraan bermotor belum ramai, dan itu pun pakai Marshall, dishub sudah menyetujui itu. Itu saja sudah cukup," pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD DKI Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak menilai rencana jalur sepeda di Jalan Tol Itu sudah di luar nalar dan tidak masuk akal.

Menurut Gilbert, pembuatan jalur sepeda balap di jalan tol akan merugikan pengguna kendaraan roda empat atau lebih. Sebab, pengendara masuk ke dalam jalan tol tidak gratis.

"Ini kebijakan yang teramat janggal.Dari segi safety sangat tidak masuk akal. Pengemudi mobil yang berkorban. Masuk jalan tol tidak bisa cepat, padahal bayar," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini