Ditangkap Karena Narkoba, Reza Artamevia Belum Ajukan Rehabilitasi

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 07 September 2020 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 338 2273762 ditangkap-karena-narkoba-reza-artamevia-belum-ajukan-rehabilitasi-FW27Lll8KD.jpg Reza Artamevia saat gelar perkara (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyanyi Reza Artamevia hingga saat ini belum mengajukan permohonan rehabilitasi terkait kasus penyalahgunaan narkotika. Reza sendiri saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya.

"Kasus masih berjalan dan saksi-saksi diperiksa, cuma memang belum ada pengajuan rehabilitasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, di Polda Metro Jaya, Senin (7/9/2020).

Yusri mengatakan, persoalan rehabilitasi merupakan hak setiap orang. Ia pun mempersilahkan jika Reza nantinya mengajukan permohonan tersebut, namun nantinya penyidik akan melihat dengan melakukan assesment apakah ia layak direhabilitasi atau tidak.

"Memang hak seseorang dan ada peraturannya soal itu. Nanti silakan mekanismenya mengajukan ke penyidik untuk dilakukan assesment. Nanti kalau ada acuan itu akan kita majukan ke BNN untuk meminta rekomendasi dan pengajuan assessment," tuturnya.

Adapun proses assesment sendiri kata dia minimal 6 hari jika nantinya dikabulkan maka Reza akan menjalani rehabilitasi.

"Kalau direhabilitasi acuan kita ke rumah sakit rehabilitasi di Pasar Jumat sana. Kalau ini kan belum, sampai sekarang belum ada pengajuan," tandasnya.

Diketahui, Reza Artamevia ditangkap pada Jumat, 4 September 2020 lalu di restoran di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Disana polisi menangkap Reza bersama dua rekannya yang kini menjadi saksi.

Polisi kemudian memeriksa tas Reza dan mendapati satu klip sabu seberat 0,78 gram. Setelah itu polisi mendatangi rumah Reza di kawasan Cirendeu, Tangerang Selatan, dan menemukan barang bukti berupa korek api beserta alat hisap atau bong.

Berdasaekan tes urine Reza dikatakan positif menggunakan amphetamine atau narkotika jenis sabu, sementara rekannya negatif.

Dalam perkara ini sendiri Reza dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini