Bocah WNA Tewas Dianiaya Ibu Kandung, Polisi: Ada Bekas Gigitan & Pukulan

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 07 September 2020 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 338 2274013 bocah-wna-tewas-dianiaya-ibu-kandung-polisi-ada-bekas-gigitan-pukulan-LGgZooKTpJ.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebut bahwa ada bekas gigitan dan luka lebam akibat benda tumpul di sekujur tubuh anak kecil berusia 5 tahun berinisial SHM. Hal itu terungkap berdasarkan hasil visum et repertum atau autopsi awal terhadap jasad korban.

"Ditemukan luka-luka lecet yang sedang menyembuh pada wajah, perut, dan lengan atas kiri serta memar-memar yang berbeda warna pada hampir seluruh tubuh akibat kekerasan tumpul. Sebagian luka lecet dan memar pada kedua anggota gerak atas menurut pola dan gambarannya sesuai dengan luka akibat gigitan manusia," kata Yusri dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2020).

 Baca juga: Bocah WNA Tewas Dianiaya Ibu Kandung di Tanah Abang

Berdasarkan hasil itu pula, polisi menyimpulkan bahwa bocah perempuan asal Maroko itu meninggal karena kekerasan benda tumpul dibagian kepala.

"Akibat kekerasan tumpul pada kepala yang menyebabkan perdarahan luas di bawah selaput lunak otak yang akan dikonfirmasi dengan pemeriksaan Histopatologi," terang Yusri.

Belakangan terungkap luka gigitan dan penganiayaan tersebut dilakukan oleh ibunya sendiri berinsial ML (29) yang tega hingga putrinya meninggal dunia.

"Ibu kandung yang diduga melakukan kekerasan dan penganiayaan yang mengakibatkan anak kandungnya meninggal dunia," ujar Yusri.

Kendati demikian, kata Yusri, pihaknya masih mendalami motif sang ibu yang tega membunuh anaknya tersebut sebab terkendala bahasa.

Adapun sang ibu sendiri kini telah diterapkan sebagai tersangka dan menjerat dengan Pasal Pasal 76C jo Pasal 80 ayat (3) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang

Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 338 KUHP.

Dengan ancaman hukuman tindak pidana yang dilakukan terlapor diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan atau denda paling banyak Rp3 juta.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini