Begini Kondisi 3 Korban Penyerangan Polsek Ciracas oleh Oknum Prajurit TNI

Riezky Maulana, iNews · Rabu 09 September 2020 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 338 2274992 begini-kondisi-3-korban-penyerangan-polsek-ciracas-oleh-oknum-prajurit-tni-G9sDsRjnrD.jpg Polsek Ciracas usai diserang oknum TNI (Foto : Okezone.com/Reza)

JAKARTA - Pengelola Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) memperbarui kondisi daripada tiga orang korban, yang menjalani perawatan inap akibat perusakan dan penyerang Mapolsek Ciracas dan wilayah sekitar Jakarta Timur, Sabtu (29/8/2020). Ketiga korban terdiri dari satu sipil dan dua anggota kepolisian

Kepala RSPAD Letjen TNI Bambang Dwi Hasto menuturkan, kondisi ketiganya pada pagi hari ini berangsur membaik. Menurutnya, pasien pertama berinisial Bripda BD ventilator yang sebelumnya dipasang telah dilepas.

"Pada pagi ini pasien dalam keadaan kondisi sadar penuh, kemudian sudah dicoba lepas ventilator hari ini. Perawatan masih terus dilanjutkan karena untuk mengatasi infeksi," katanya saat konferensi pers di Mapuspomad, Jalan Medan Merdeka Timur, Rabu (9/9/2020).

 Baca juga: Suasana mencekam saat polsek Cracas Dibakar Gerombolan OTK

Bambang menjelaskan, kendati kondisinya semakin membaik, berdasarkan hasil brokoskopi yang dilakukan oleh pihaknya, terdapat trauma di paru-paru kiri. Menurutnya, trauma di paru-paru kiri diakibatkan adanya luka memar.

"Pendalaman CT scan dan foto toraks, didapatkan gambaran perkabutan di toraks dada sebelah kiri. Setelah kita bronkoskopi, didapatkan adanya gumpalan darah di saluran paru sebelah kiri, kemudian didapatkan tanda-tanda memar di paru sebelah kirinya itu," ujarnya.

Selanjutnya, dikatakan oleh Bambang, anggota polisi lainnya dengan inisial P yang mengalami cedera bagian mata telah dapat kembali melihat. Namun, jarak pandangnya hanya setengah meter setelah dilakukan operasi di retina matanya.

"Pada pagi ini mata kanan yang sudah dioperasi, perkembangannya kalau dulu sepertiga ratus, pagi ini setengah per60, yang berarti dalam jarak setengah meter sudah bisa melihat, melihat gerakan tangan," tuturnya.

Tahapan selanjutnya, kata Bambang, korban P akan melakukan tindakan operasi pengangkatan benda asing di sekitar retina matanya. Menurutnya, operasi akan berlangsung pada tanggal 25 September mendatang.

"Rencana dilakulan operasi pengambilan benda asing tanggal September. Hal ini dikarenakan operasi matanya mewajibkan pasien dalam kondisi berbaring tiga minggu minimal. Kemungkinan (benda asing) ada di dua tempat," tuturnya.

Pasien ketiga, MH, yang merupakan masyarakat sipil, kata Bambang, sudah menjalankan operasi pengambilan gotri. Kondisi terkini juga dikabarkan membaik namun dirinya masih memerlukan pendampingan terkait masalah psikologis.

"Kondisi MH 30 Tahun sadar penuh, bagus, mandiri. Namun demikian masih ada perlu perawatan lanjutan berkaitan dengan faktor psikologis dari yang bersangkutan, termasuk juga itu istrinya," ungkapnya.

"Istrinya pun sekarang kita lanjutkan ke psikiater kita ya karena ada keluhan anxiety antisipatori. Jadi istrinya itu kalau melihat kerumunan ketakutan, sehingga perlu pendampingan psikiater. Kita harapkan bisa segera dipulangkan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini