Share

Kabupaten Bogor Perpanjang PSBB Pra Adaptasi, Ini Aturan Mainnya

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 11 September 2020 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 11 338 2276085 kabupaten-bogor-perpanjang-psbb-pra-adaptasi-ini-aturan-mainnya-N965f4hTFN.jpeg Bupati Bogor, Ade Yasin (Okezone)

BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pra Adaptasi hingga 29 September 2020. Dalam aturannya, terdapat beberapa poin pengaturan jam operasional di sektor usaha.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan perpanjangan PSBB itu berdasarkan hasil kajian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat bahwa Kabupaten Bogor berada di zona orange. Juga dengan terus meningkatnya angka positif Covid-19 dan menindaklanjuti hasil rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Jabodetabek pada 9 September 2020.

"Maka Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor memperpanjang PSBB Pra Adaptasi Kebiasaan Baru menuju masyarakat aman dan produktif mulai tanggal 11 sampai 29 September 2020," kata Ade Yasin, dalam keterangannya, Jumat (11/9/2020).

Hal itu pun tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 443/432/Kpts/Per-UU/2020 yang mengacu pada Perbup Nomor 60 Tahun 2020. Diharapkan, masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan untuk mengurangi resiko terpapar covid-19.

"Masyarakat bisa secara disiplin menerapkan prilaku 3M (mencuci Tltangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker) serta melakukan tindakan pencegahan lainnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati No 60 tahun 2020," ungkapnya.

Berikut beberapa poin ketentuan selama perpanjangan masa PSBB Pra Adaptasi di Kabupaten Bogor :

1. Bagi masyarakat beresiko tinggi, lansia, anak-anak, dan orang dengan penyakit komorbid dianjurkan tetap di rumah.

2. Fasilitas kolam renang umum, waterpark dan sejenisnya diturup.

3. Pembatasan jam operasional mall dari jam 10.00 - 19.00 WIB dengan maksimal pengunjung 60 persen, supermarket dari jam 10.00-19.00 WIB dengan maksimal pengunjung 50 persen, dan minimarket dari jam 08.00-19.00 WIB dengan maksimal pengunjung 50 persen dari kapasitas toko.

4. Aktifitas di warung makan/restoran/kafe dilakukan dari jam 10.00-19.00 WIB dengan maksimal pengunjung 50 persen dari kapasitas tempat makan.

5. Aktivitas pembelajaran, ekstrakulikuler dan wisuda dilakukan secara daring/online.

6. Setiap pelanggaran oleh perorangan akan dikenakan sanksi berupa teguran lisan, kerja sosial dan atau sanksi sosial yang bersifat mendidik. Selain itu bagi usaha dan penyelengara kegiatan sanksinya adalah pembubaran, pembekuan Izin usaha, Penghentian Kegiatan, penyegelan dan sanksi adminstratif berupa denda bagi perorangan sebesar Rp 100.000 dan maksimal Rp 50.000.000 bagi pelanggar kegiatan dan usaha.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini