Anies Bakal Umumkan Aturan Rinci PSBB Besok

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Sabtu 12 September 2020 22:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 12 338 2276839 anies-bakal-umumkan-aturan-rinci-psbb-besok-cjuwROYNxW.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies menyatakan pihaknya tengah menyiapkan aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) total yang akan berlangsung mulai Senin, 14 September 2020.

Ia memaparkan, jika aturan PSBB total sudah rampung, akan dipublikasikan ke masyarakat besok, Minggu (13/9/2020).

“Besok akan kita umumkan karena malam hari ini sedang dituntaskan peraturannya. Jadi nanti ketika kita mengumumkan sudah dalam bentuk peraturan yang ada pasal-pasalnya, ada perincian detil sehingga tidak terjadi interpretasi yang beda-beda,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2020).

Menurut Anies, terdapat perbedaan dalam pelaksanaan PSBB total ini. Ia menilai, masyarakat sudah biasa menerapkan protokol kesehatan.

“Ketika bulan April, kita semua belum punya pengalaman bekerja dari rumah, belum punya pengalaman menggunakan masker terus-menerus, belum punya pengalaman untuk jaga jarak. Nah sekarang ini kita sudah melihat banyak tempat-tempat yang sudah bisa melaksanakan protokol kesehatan dengan baik, ada yang belum,” tutur Anies.

Karena itulah, lanjut Anies, di dalam pengaturan PSBB total ini memperhitungkan kesiapan setiap sektor. Hal yang menjadi perhatiannya adalah sektor perkantoran.

“Jadi ada sektor-sektor yang masih bisa beroperasi dengan kapasitas berbatas karena terbukti di sektor itu ada kegiatan yang menjadi klaster khusus,” ujarnya.

“Yang paling banyak itu kan memang perkantoran, karena itu paling banyak akan mengatur di perkantornya,” tutur Anies.

Baca Juga : Jelang PSBB Total, Kawasan Khusus Pesepeda di DKI Jakarta Ditiadakan

Lebih lanjut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menegaskan, PSBB kali ini bukan untuk melarang kegiatan warga. Namun hanya mengetatkan supaya tidak terjadi penularan Covid-19 yang semakin masif.

"Jadi artinya tetap berkegiatan tapi ada batas-batasnya yang lebih ketat untuk memotong mata rantai," tuturnya.

Baca Juga : Jakarta PSBB Total, TNI-Polri Perketat Kawasan Puncak dan Tempat Wisata

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini