PSBB Diperketat, Epidemiolog Sebut Kapasitas Kendaraan Umum Idealnya 25%

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 14 September 2020 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 338 2277203 psbb-diperketat-epidemiolog-sebut-kapasitas-kendaraan-umum-idealnya-25-AAgM7nbJqR.jpg Penumpang KRL dibatasi selama PSBB. (Foto : Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA – Saat masa pengetatan Pembatasan Sosial Berskala (PSBB), Pemprov DKI Jakarta bakal mengurangi kapasitas kendaraan umum maksimal 50%.

Namun, epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, tak sepakat dengan batas maksimal kapasitas angkutan umum tersebut. Seharusnya, menurutnya, kapasitas kendaraan umum maksimal 25%.

“Sebetulnya yang ideal dalam situasi kritis di kisaran 25%,” ucap Dicky saat dihubungi Okezone di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Menurut Dicky, penurunan kapasitas kendaraan umum maksimal 25% telah diterapkan di berbagai negara sebagai upaya pencegahan virus corona.

Dengan membatasi angkutan umum hingga 25% dari kapasitas, ia melanjutkan, diharapkan mobilitas masyarakat untuk ke luar dari rumah berkurang. “Untuk mengurangi mobilitas (masyarakat),” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan mengurangi kapasitas kendaraan umum hingga 50 persen saat memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terbaru meneruskan kebijakan yang ada saat ini. Hal ini diharapkan akan mengurangi mobilitas penduduk DKI Jakarta selama PSBB dan mencegah penyebaran virus corona.

Baca Juga : Hari Ini PSBB di Jakarta Diperketat, Pimpinan DPRD Harap Masyarakat Patuh

Dalam konferensi pers terkait kebijakan PSBB DKI Jakarta, Anies mengatakan akan diberlakukan pembatasan frekuensi layanan transportasi darat, kereta dan kapal, serta pembatasan jumlah penumpang per kendaraan.

"Kendaraan pribadi hanya boleh diisi maksimal dua orang per baris kursi kecuali bila mengangkut penumpang yang keluarga berdomisili satu rumah. Bila tak satu domisili maka harus ikuti dua orang per baris," kata Anies, Minggu (13/9/2020).

Baca Juga : Pemkot Bogor Siapkan Langkah Antisipasi Dampak PSBB Jakarta

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini