Cek Work From Home, Sudinaker Jakbar Sidak Sejumlah Perkantoran

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Senin 14 September 2020 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 338 2277449 cek-work-from-home-sudinaker-jakbar-sidak-sejumlah-perkantoran-DpinxqcALn.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Menghadapi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total dan Work From Home (WFH), Sudinaker Jakarta Barat mengecek sejumlah kantor maupun gedung di Jakarta Barat, Senin (14/9/2020).

Pengecekan sendiri dilakukan demi mencegah kluster kluster covid 19. Karena itu penerapan WFH maupun PSBB dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Disana, sejumlah gedung perkantoran diwajibkan hanya boleh diisi maksimal 25 persen karyawan. Sementara untuk perkantoran yang masuk 11 sektor pengecualian diwajibkan 50 persen WFH.

Seperti di Tomang Tol Swalayan, perusahaan yang masuk 11 sektor ini tetap beroperasi dan menjaga protokol kesehatan. Disana petugas memeriksa lantai satu dan lantai dua gedung.

 wfh

Usai diperiksa, petugas Sudinaker juga mempertanyakan jumlah pegawai yang berkerja di perusahaan tersebut. Hasilnya Tomang Tol Swalayan dianggap penuhi prosedur PSBB, yakni memperkerjakan 50 persen pegawai dan 25 persen pegawai di kantor.

"Dari 25 pegawai, ada 10 yang masuk. Jadi sudah sesuai ketentuan 50 persen karena ini kan esensial jadi diperbolehkan pekerjaakan pegawai sampai 50 persen," ujar Pengawas ketenagakerjaan, Nidia ditemui usai sidak.

Selain itu, protokol kesehatan 3 M seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sudah terpenuhi. Seperti tempat cuci tangan di pintu masuk dan handsanitizer di beberapa lokasi.

Hanya satu yang menurut Nidia menjadi catatan untuk swalayan tersebut, yakni penyediaan Tim Gugus Covid-19 yang dikuatkan oleh Surat Keputusan (SK) Perusahaan.

"Sebenarnya ada. Tapi belum ada di SK perusahaan. Sehingga kami minta saja untuk dimasukan ke dalam SK perusahaan agar tercatat secara tertulis," jelasnya.

Sementara itu Kepala Toko Tomang Tol Swalayan Petrus mengatakan bahwa pihaknya sudah taat PSBB sejak bulan April lalu.

Bedanya, kali ini pegawai toko yang Work From Office (WFO) hanya diperbolehkan 50 persen.

"Kami disini total ada 25 pegawai. Pegawai kantor yang masuk 3 orang sementara pegawai operasional di swalayan 14 pegawai," paparnya.

Selain perusahaan itu, Sudin Naker juga sidak di beberapa perusahaan misalnya PT Jakarta Bangkit Pratama dan PT Armoxindo Farma. Di kedua perusahaan itu Sudin Naker tidak menemukan adanya kegiatan pegawai yang berkerja. Sehingga hampir 100 persen pegawai di perusahaan tersebut mengikuti WFH.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini