Satpol PP Siap Jemput Paksa Pasien Positif Covid-19 yang Isolasi Mandiri

Bima Setiyadi, Koran SI · Selasa 15 September 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 338 2278001 satpol-pp-siap-jemput-paksa-pasien-positif-covid-19-yang-isolasi-mandiri-nvkLkMhJSm.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Satpol PP DKI Jakarta akan menjemput paksa pasien positif Covid-19 di Jakarta yang mengisolasi mandiri dirumah. Isolasi pasien penyakit menular ini wajib dilakukan di fasilitas milik pemerintah.

Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin mengatakan pihaknya saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait jemput paksa pasien yang tertular wabah mematikan itu.

"Kami akan dibantu Dinas Kesehatan untuk menjemput paksa pasien yang tidak bersedia diisolasi di tempat yang disediakan pemerintah," kata Arifin di Balai Kota DKI Jakarta Selasa (15/9/2020).

Arifin menjelaskan, penjemputan paksa pasien positif Covid-19 di Jakarta tentunya juga menunggu fasilitas yang tengah disiapkan oleh pemerintah pusat. Menurutnya saat ini baru wisma atlet yang telah dipersiapkan.

Kendati demikian, Arifin mengaku belum ada pasien yang dijemput paksa dari kediamannya. Dia berharap, warga Jakarta sadar akan hal ini dan secara sukarela menjalankan isolasi di lokasi yang sudah disediakan pemerintah.

Baca Juga : Pasangan Calon Harus Antisipasi Tahapan Pilkada Agar Tidak Terjadi Klaster Covid-19

Baca Juga : Update 15 September: Pertambahan Kasus Covid-19 Nihil, Seorang WNI Sembuh di UEA

"Kami sifatnya menunggu informasi, ketika ada orang dinyatakan positif dari dinkes terus tidak mau dilakukan isolasi di tempat yang memang sudah ditentukan. Tetapi sejauh ini Belum belum (jemput paksa). Mudah-mudahan semua sadar," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melarang pasien positif Covid-19 untuk isolasi mandiri dirumah lantaran melonjaknya kluster rumah tangga. Isolasi harus dilakukan di fasilitas yang disediakan pemerintah demi memutus penularan klaster rumah tangga yang belakang merebak.

Klaster rumah tangga sendiri muncul lantaran lemahnya pengawasan dari pemerintah dan kurangnya edukasi soal tata cara mengkarantina diri. Ketika pasien teledor maka dengan mudah dia menyebarkan virus itu kepada anggota keluarga yang lain.

Menindaklanjuti larangan karantina di rumah oleh Gubernur Anies Baswedan, Pemerintah Pusat kini kini memberikan tower 4 dan 5 gedung wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat untuk lokasi karantina pasien corona gejala ringan.

Tak hanya itu, Pemerintah Pusat juga menyediakan 15 hotel bintang 2 dan 3 di Jakarta untuk mengisolasi warga Jakarta yang terpapar wabah mematikan ini. Dari semua hotel yang disediakan, diperkirakan bisa menampung 3.000 pasien Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini