Ruang Isolasi Overload, RS Swasta di Bekasi Tak Bisa Tampung Pasien Gejala Berat

Wisnu Yusep, Okezone · Rabu 16 September 2020 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 338 2278547 ruang-isolasi-overload-rs-swasta-di-bekasi-tak-bisa-tampung-pasien-gejala-berat-oPv1RUqcFh.jpg Ilustrasi rumah sakit (Dok Okezone.com)

BEKASI – Ruang isolasi dengan kelengkapan penyerapan partikulat efisensi tinggi (hepa filter) dan berventilator untuk pasien positif virus corona (Covid-19) mulai menipis di sejumlah rumah sakit swasta Kota Bekasi.

"Datanya sudah 490 sekian pasien Covid-19, tetapi data itu bergerak terus. Ini gejala ringan dan berat. Artinya hampir sebagian rumah sakit full terutama yang butuh ventilator," kata Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Kota Bekasi, Eko Nugroho, Rabu (16/9/2020).

Karena ruang isolasi yang sudah full, otomatis bila ada kasus Covid-19 yang begitu berat, rumah sakit yang ada di Kota Bekasi sudah tidak bisa menampung.

"Jadi kalau misalkan ada kasus berat, Kota Bekasi sudah tidak bisa menampung," ujar Eko.

Menurut Eko, ada tiga jenis ruangan isolasi yang digunakan untuk penanganan Covid-19, yakni isolasi bertekanan negatif dengan ventilator, ruangan isolasi bertekanan negatif tanpa ventilator, dan ruangan isolasi biasa.

Baca Juga : Putus Penyebaran Covid-19, 6.069 Lokasi di Jaktim Disemprot Disinfektan

Saat ini, kata Eko, yang tersedia untuk digunakan yakni ruangan isolasi. Ketiganya mulai terbatas seiring dengan peningkatan kasus Covid-19. Meskipun, ruangan tempat tidur untuk isolasi sudah ditambah, dari 199 tempat tidur kini sudah ditambah menjadi 464 tempat tidur isolasi bagi pasien gejala ringan hingga berat.

Baca Juga : Saefullah Positif Covid-19, Anies Tunjuk Sri Haryati Jadi Plh Sekda DKI


Sementara ruang isolasi dengan ventilator tidak bertambah banyak karena keterbatasan biaya. "Karena menampung gejala berat itu butuh ventilator, butuh alat untuk filter di ruang isolasi dan itu harganya tidak murah," ujar Eko.

Seiring terbatasnya alat ventilator, peningakatan kasus Covid-19 akan menambah angka kematian bagi pasien positif corona, terutama bagi pasien yang memiliki gejala berat atau memiliki riwayat penyakit bawaan.

"Memang takdir di tangan Tuhan tetapi secara medis hitungannya begitu," ujar Eko.

Meski begitu, Eko berjanji, pihaknya akan tetap melakukan upaya semaksimal mungkin untuk keselamatan pasien positif Covid-19, meski tempat tidur dengan ventilator terbatas.

"Semua perkembangan Covid-19 di rumah sakit sudah disampaikan langsung ke Pemkot Bekasi. Jadi, sebetulnya sudah terpikirkan sejak awal oleh Pemkot. Jadi investasi di bidang alat kesehatan tidak mudah, mahal, maka sedianya pemerintah sudah berupaya meminta sumbangan atau apa gitu untuk beli alat ventilator itu," ucap Eko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini