9.734 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Jakarta, Mayoritas Diberi Sanksi Sosial

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 16 September 2020 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 338 2278621 dua-hari-operasi-yustisi-kapolda-metro-9-734-orang-melanggar-protokol-kesehatan-4uE4KObKIF.jpg Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana menyebut sebanyak 9.734 orang terjaring Operasi Yustisi lantaran melanggar protokol kesehatan Covid-19 di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Ironisnya, ribuan pelanggaran yang dilakukan tersebut terhitung dua hari pelaksanaan operasi yakni pada 14-15 September 2020.

"Jadi, total sanksi 9.734," kata Nana saat melakukan pemantauan Operasi Yustisi di Tugu Tani, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020).

Baca Juga:  Terjaring Operasi Yustisi, 16 Pelanggar PSBB di Kalimalang Dihukum Menyapu Jalan

Nana merinci dari 9.734 pelanggaran tersebut sebanyak 6.279 orang diberikan sanksi sosial, kemudian 2.971 diberi teguran, dan 484 orang dikenakan sanksi berupa denda. "Nilai denda (sudah mencapai) Rp88.665.000," ujarnya.

Operasi ini, lanjut Nana, dilakukan untuk menekan angka persebaran Covid-19 di masyarakat. Sebab, Jakarta merupakan salah satu Ibu Kota dengan angka kasus virus corona yang sangat memperihatinkan.

"Jadi, ini semuanya untuk masyarakat tujuannya sangat jelas meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran masyarakat untuk patuh protokol kesehatan. Agar masyarakat tahu bahaya Covid-19. Jadi, untuk melindungi masyarakat dari bahaya Covid-19," paparnya.

Baca Juga:  Operasi Yustisi di Jakpus, 15 Pelanggar Kena Sanksi Sosial hingga Denda Administrasi

Nana memastikan pihaknya akan mengedepankan cara-cara yang humanis dan persuasif kepada masyarakat. Namun, hal itu tidak mengurangi ketegasan petugas dalam menegakkan peraturan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini