Pantau Operasi Yustisi, Kapolda Metro Ingatkan Masyarakat Disiplin

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Rabu 16 September 2020 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 338 2278650 pantau-operasi-yustisi-kapolda-metro-ingatkan-masyarakat-disiplin-xrfQWJpVNe.jpg Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana saat memantau Operasi Yustisi di Grogol. (Foto : Sindonews/Yan Yusuf)

JAKARTA – Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana menegaskan, masyarakat Jakarta harus disiplin selama PSBB. Sebab sanksi tegas sosial dan administrasi bakal diberikan kepada mereka yang nakal.

Hal itu diungkapkan saat mengunjung ke Terminal Grogol, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (16/9/2020) siang. Di sana, Kapolda bersama Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengecek persiapan dan jalannya Operasi Yustisi yang sudah gelar sejak 14 September 2020.

“Tujuannya adalah dalam rangka meningkatkan kepatuhan masyarakat dan pendisplinan masyarakat agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan,” tutur Kapolda.

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat patuh selama PSBB. Penegakan physical distancing hingga penggunaan masker dipantau secara langsung.

Mereka yang melanggar akan dikenakan sanksi sosial dan denda. Dengan menindak pelanggaran, Kapolda yakin akan membuat masyarakat tersadar dengan sendirinya.

“Pelaksanaannya kita laksanakan persuasif, komunikatif, tetapi tegas. Makanya di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Polda, Kodam, Pemprov, Kejaksaan pengadilan itu secara terpadu melakukan Operasi Yustisi yang sudah berjalan 2 hari ini. Ke depan kita laksanakan selama 14 hari,” tuturnya.

Kapolda menjuturkan gelaran Operasi Yustisi dilakukan pihaknya lantaran dalam tiga pekan terakhir penyebaran Covid-19 di Ibu Kota meningkat siginifikan.

“Bisa dikatakan tinggi dan bisa dikatakan di DKI ini merupakan wilayah yang berisiko tinggi,” tuturnya.

Baca Juga : 9.734 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Jakarta, Mayoritas Diberi Sanksi Sosial 

Menyikapi itu, tiga pilar melakukan Operasi Yustisi dengan merujuk Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang peningkatan pendisiplinan dan penegakan hukum terhadap masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

Selain dari aturan itu, Ketua Satuan Tugas Daerah yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga telah merevisi Pergub Nomor 33 menjadi Pergub Nomor 88 Tahun 2020 tentang pengetatan bisa juga dikatakan PSBB jilid 2 dalam rangka upaya pembatasan aktivitas di masa PSBB.

Baca Juga : Sekda DKI Meninggal Dunia karena Covid-19, Anies Ajak Masyarakat Gelar Sholat Gaib

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini