Pemprov DKI Gelar Tahlilan Sekda Saefullah Secara Virtual

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 17 September 2020 01:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 338 2279031 pemprov-dki-gelar-tahlilan-sekda-saefullah-secara-virtual-7jBi0JHDSe.jpg Sekda DKI Saefullah (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menggelar acara tahlilan secara virtual atas meninggalnya Sekda DKI Jakarta Saefullah di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Penyelenggaraan tahlilan virtual ini guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. Almarhum Saefullah meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif lantaran terpapar virus corona.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir dalam acara tahlilan virtual tersebut. Dia mengatakan, keluarga besar Pemprov DKI Jakarta sangat kehilangan atas kepergian Sekda DKI Jakarta almrarhum Saefullah.

"Pak Saefullah kita kenal orang yang sholeh, orang baik. Orang yang dalam kesehariannya memikirkan masyarakat dan umat," kata Anies, Rabu (16/9/2020) malam.

Anies mengenang, Saefullah yang kerap memberikan suplemen dan obat-obatan kepada banyak orang selama pandemi Covid-19 agar bisa selalu sehat dan menjaga daya tahan tubuhnya.

"Pak Sekda ini orang yang matang kepemimpinannya. Teruji mulai dari saat jadi guru, sampai wali kota dan akhirnya Sekda," ungkap Anies.

Baca Juga : Presiden Jokowi Berduka Sekda DKI Saefullah Meninggal Akibat Covid-19

Mantan Mendikbud itu mengatakan, satiap hari dirinya selalu bertemu dengan almarhum Saefullah. Ia pun mengenang bagaimana Saefullah selalu menjalankan kerjanya dengan tuntas. "Kematangannya itu terlihat dalam rapat dan sidang-sidang yang menegangkan. Pak Sekda selalu muncul dalam candanya. Pak Sekda selalu terlihat tenang," ucapnya.

Anies bersyukur sempat bekerja selama tiga tahun bersama Saefullah di Pemprov DKI Jakarta. Ia kembali mengenang bagaimana Saefullah pamit untuk pulang karena tidak enak badan pada Senin tanggal 7 September.

"Saat itu cuma bilang kalau nggak enak badan. Kita komunikasi terus, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, tiap hari kita komunikasi. Dari Dinkes saya mendapat perkembangan yang sebenarnya. Kalau dari Pak Sekda dia selalu menceritakan alhamdulillah baik," ujar Anies.

Anies mendapat kabar dari Kadis Kesehatan Widyastuti yang menyampaikan kabar bahwa Saefullah harus mendapatkan perawatan di ICU RSPAD Gatot Subroto.

"Pukul 01.00 WIB dini hari beliau kirim WA menyampaikan bahwa Pak Gub saya dipindah ke RSPAD. Besoknya saat ditanya dijawan alhamdulillah enakan pak stabil. Padahal jelas kondisi beliau menurun," ungkap Anies.

Anies tak lagi mendapat kabar dari Saefullah setelah mendapat perawatan intensif di ICU RSPAD Gatot Subroto lantaran tak bisa menggunakan alat komunikasi selama ICU.

"Inilah perjalanan orang yang amat tangguh bagi semua. Bagi keluarga ini adalah kehilangan yang amat besar. Bagi kita di Pemprov DKI juga kehilangan yang sangat besar," sambungnya.

"Tapi saya percaya Pak Sekda diwafatkan sebagai seorang sahid yang wafat saat terkena wabah. Dan yang terpenting bulan-bulan terakhir masa hidupnya dikerjakan untuk menyelesaikan wabah dan nyawa warga Jakarta. Memastikan keselamatan warga Jakarta. Insya Allah hari terakhirnya itu dicatat sebagai amal saleh," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini