Pemkot Bekasi Larang Warganya yang Positif Covid-19 Lakukan Isolasi Mandiri

Wisnu Yusep, Okezone · Kamis 17 September 2020 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 338 2279089 pemkot-bekasi-larang-warganya-yang-positif-covid-19-lakukan-isolasi-mandiri-cruy1gQuxf.jpg Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (Foto: Okezone)

BEKASI - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi melarang warganya untuk melakukan isolasi mandiri di rumah bila kondisinya tidak menggunakan standar prosedur isolasi.

Kebijakan itu ditempuh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyusul temuan kasus warganya yang menjalankan isolasi mandiri tanpa menerapkan standar isolasi.

"Belajar dari pengalaman terhadap warga yang positif Covid-19 dan kedapatan keluyuran saat menjalani isolasi mandiri," kata pria yang disapa Pepen kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Warga yang positif Covid-19 itu, kata Pepen, tinggal di sebuah rumah kontrakan bersama dengan anaknya di RT05/11, Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan.

Warga yang positif Covid-19 itu, kata Pepen, terpaksa keluar rumah karena tak memahami prosedur isolasi mandiri. Ditambah, kata Pepem, minimnya pengawasan dari Puskesmas setempat.

"Bagi pasien isolasi yang kita lakukan di rumah ini harus jadi pembelajaran dan pengalaman satu keluarga itu, karena di rumah kecil, terus penderita ada beberapa, makanya kami pindahkan ke sini rumah sakit darurat," kata politikus Golkar ini.

Karena hal itu, Pepen menjelaskan isolasi mandiri akan diperuntutkan bagi warga yang kondisi rumahnya memungkinkan untuk melakukan perawatan.

"Tapi kalau rumahnya kecil terus menularkan dua atau tiga anggota keluarganya, ya kita pindahkan ke sini," kata dia.

Tim medis baik dari rumah sakit maupun Puskesmas setempat, nantinya akan memutuskan pasien positif Covid-19 laik atau tidak melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Jika pasien itu tidak ada penyakit jantung, riwayat penyakit gulanya atau penyakit penyerta bisa dibawa ke sini, tapi kalau di rumahnya bagus, di rumahnya enak, ya tim Puskesmas itu yang datang ke pasien di rumahnya," kata Pepen.

Untuk pasien dengan penyakit penyerta, kata Pepen akan tetap menjalani perawatan di rumah sakit rujukan seperti RSUD Kota Bekasi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini