Gedung Blok G Balai Kota DKI Disemprot Disinfektan, Belasan ASN Positif Covid-19

Bima Setiyadi, Koran SI · Kamis 17 September 2020 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 338 2279254 gedung-blok-g-balai-kota-dki-disemprot-disinfektan-belasan-asn-positif-covid-19-QlrrWLYcyH.jpg Ilustrasi virus corona. (Foto : Shutterstock)

JAKARTA – Kantor almarhum Sekda DKI Jakarta, Saefullah, yakni Gedung Blok G Balai Kota disemprot disinfektan pada Kamis (17/9/2020) pagi. Selain almarhum Saefullah, di gedung perkantoran Pemprov DKI Jakarta itu terdapat belasan Aparatur Sipil Negara (ASN) positif Covid-19.

Penyemprotan disinfektan dilakukan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta selama tiga hari dimulai hari ini.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir mengatakan, ada belasan ASN Pemprov DKI yang dilaporkan terpapar Covid-19 di lingkungan kantor Pemprov DKI Jakarta Gedung Blok G.

"ASN itu berada dari BKD dan Biro Hukum Pemprov DKI," kata Chaidir kepada wartawan, Kamis (17/9/22020).

Chaidir menjelaskan, protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan Pemprov DKI Jakarta terus diperketat dan aturan sistem kerja 50 persen dari rumah (work from home) dan 50 persen dari kantor (work from office) pun telah diberlakukan sejak pandemi mewabah.

Bahkan, kata Chaidir, saat ini Pemprov DKI Jakarta telah menjalankan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja. Waktu bekerja hanya sekitar 5,5 jam.

"Gedung Blok G bakal dibuka kembali pada Senin (21/9/2020) mendatang," katanya.

Sebagaimana diketahui, Gedung Blok G Balai Kota DKI Jakarta tempat almarhum Sekda DKI Jakarta Saefullah bekerja ditutup selama tiga hari mulai Kamis 17 September besok. Penutupan gedung bukan karena almarhum Saefullah, melainkan adanya pejabat tinggi pratama yang terinfeksi positif Covid-19.

Baca Juga : Kepala BKD DKI Jakarta: Ada 10 Pejabat Terpapar Virus Corona

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penutupan satu gedung tersebut sebagai langkah penegakan Peraturan Gubernur nomor 88 tahun 2020 pasal 9 ayat (2) huruf f yang berbunyi 'Pimpinan tempat kerja/kantor yang melakukan pembatasan sementara aktivitas bekerja di tempat kerja wajib melakukan penghentian sementara aktivitas di tempat kerja/kantor paling sedikit 3 x 24 jam apabila ditemukan pekerja yang terpapar Corona Virus Disease (COVID-19)'.

Baca Juga : Klaster Perkantoran Tinggi, Puan Minta Kantor Pemerintah Beri Contoh Disiplin Protokol Kesehatan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini