Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ini Penjelasan Pemprov DKI

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 17 September 2020 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 338 2279282 jenazah-saefullah-dibawa-ke-balai-kota-ini-penjelasan-pemprov-dki-KoowG0AwuF.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pimpin penghormatan terakhir terhadap almarhum Saefullah. (Foto : Okezone/Fakhrizal Fakhri)

JAKARTA - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir memastikan proses penghormatan terkahir kepada Sekda DKI Jakarta almarhum Saefullah telah sesuai dengan protokol kesehatan.

Ia menjelaskan, jenazah Saefullah tetap berada di mobil ambulance saat dibawa ke Balai Kota, Jakarta. Kemudian, acara penghormatan terakhir juga dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Semua sudah mengikuti prokotol kesehatan tidak ada yang dilanggar, jenazah tertutup dalam peti dalam ambulan yang rapat, enggak ada masalah," ujar Chaidir saat dihubungi, Kamis (17/9/2020).

Chaidir menerangkan, proses penghormatan terakhir kepada pejabat yang meninggal sebelum pensiun lazim dilakukan. Apalagi, lanjut dia, almarhum Saefullah gugur saat bekerja dalam penanganan pandemi Covid-19 di Ibu Kota.

"Tata cara pelepasan itu memang ada aturannya beliau pejabat yang berwenang dan aktif, tidak pensiun, dan beliau waktu menjelang sakit masih rapat paripurna, kelaziman tata cara kita dalam pemerintahan ketika pejabat aktif kalau menggunakan prosedur protokol ketentuan kita harus melepas, gimana gitu kalau enggak lepas," tuturnya.

"Kamu sebagai pemimpin dilepas begitu perasaanya gimana, ada aturannya, ada protokolnya," tambah dia.

Chaidir menerangkan, aturan pelepasan jenazah pejabat memang tidak tertulis. "Tetapi bermakna ibarat tersirat dan secara etika birokrasi ini penting," katanya.

Ia menilai, kritikan pelepasan jenazah Saefullah di Balai Kota karena tidak memahami etika birokrasi dan adat istiadat ketimuran.

"Kan kita ikuti protkol kesehatan, jenazah tidak dibuka. Itu orang yang mengkritiknya aja yang artinya tidak paham kepada etika birokrasi dan tidak paham adat istiadat ketimuran," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua FAKTA Azas Tigor Nainggolan mengkritik pelepasan Saefullah lantaran Sekda DKI Jakarta tersebut meninggal setelah terpapar corona.

Menurut dia, seharusnya jenazah Saefullah langsung dikuburkan dengan protokol kesehatan di TPU khusus jenazah Covid-19.

"Cara Anies Baswedan meminta membawa jenazah almarhum Saefullah mencerminkan sebagai kesombongan seorang atasan terhadap bawahannya. Apalagi ini masa pandemi dan almarhum wafat karena positif Covid-19, jelas sudah ada protokol kesehatan yang mengharuskan setiap jenazah yang wafat karena positif Covid-19 harus langsung dibawa untuk dimakamkan di TPU," lanjut Tigor.

Baca Juga : Pimpin Penghormatan Terakhir untuk Saefullah, Anies: Selamat Jalan Putra Jakarta Terbaik

"Apalagi saat di Balai Kota terjadi penumpukan dan kerumunan orang yang datang ingin melihat memberi penghormatan ke alamarhum. Jelas kejadian tadi menjadi klaster penyebaran Covid-19," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini