Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Kalibata City, Sepasang Kekasih Peragakan 32 Adegan

Ari Sandita Murti, Sindonews · Jum'at 18 September 2020 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 338 2280189 rekonstruksi-kasus-mutilasi-di-kalibata-city-sepasang-kekasih-peragakan-32-adegan-jorB4yrYX5.jfif Dua pelaku mutilasi di Apartemen Kalibata City. (Dok Sindonews)

JAKARTA – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, polisi sudah melakukan rekonstruksi kasus mutilasi terhadap RHW, yang dilakukan sepasang kekasih berinisial DAF dan LAS. Hasilnya, ada 32 adegan yang diperagakan oleh pelaku dalam rekonstruksi itu.

"Dari rekonstruksi itu ada 13 lokasi, 12 lokasi digantikan (tempatnya) di Polda Metro dan 1 lokasi dilakukan di apartemen (Pasar Baru). Ada 32 adegan dalam rekonstruksi itu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus pada wartawan, Jumat (18/9/2020).

Menurutnya, dalam rekonstruksi itu, ada sejumlah tahapan yang dilakukan pelaku, mulai dari perencanaan hingga eksekusinya. Dari rekontrsuksi itu, polisi menemukan sejumlah fakta-fakta, yaitu tentang identitas pelaku, khususnya LAS.

"Identitas keseharian pelaku, tersangka L ini seorang sarjana MIPA dari salah satu universitas terkenal di Jakarta, pernah ikut olimpiade tingkat provinsi dan sering mengajar mahasiswa serta pernah bekerja di perusahaan besar," tuturnya.

Namun, kata dia, saat situasi pandemi, dia menjadi menganggur dan berkenalan dengan DAF hingga menjadi sepasang kekasih. Karena menganggur itu atau alasan ekonomi, keduanya melakukan perbuatan tersebut.

Sementara itu, Wadir Krimum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvin menambahkan, selain fakta itu, diketahui kalau pelaku memang berniat melakukan aksi pemerasan guna mencukupi kebutuhan hidupnya. Korbannya dicari secara acak melalui aplikasi Tinder, dipancing dengan melakukan persetubuhan, bila tak mau bakal dieksekusi.

"Fakta kedua, ternyata sebelum korban dieksekusi tersangka meminta password handphone korban karena di handphone korban ada catatan. Ketiga, tersangka DAF sebelum memutilasi belajar secara autodidak dari medsos untuk memutilasi karena kebingungan tak bisa bawa korban keluar," tuturnya.

Keeempat, kata dia, korban lima hari berada di kamar apartemen, kurun waktu tiga hari termasuk saat pembunuhan dan dua hari saat mayat korban dimutilasi pelaku. Kelima korban dimasukan ke dalam 2 koper dan 1 ransel hingga akhirnya dikirim ke Apartemen Kalibata City.

"Keenam, ternyata pada saat 16 September direncanakan tanggal 17 akan dikubur di rumah kontrakan yang disewanya selama sebulan di Cimanggis, Depok. Sudah disiapkan secara matang akan dikubur di belakang rumah," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini