Terpeleset, Remaja di Bekasi Tewas Terseret Arus Sungai Citarum

Wisnu Yusep, Okezone · Minggu 20 September 2020 01:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 19 338 2280585 terpeleset-remaja-di-bekasi-tewas-terseret-arus-sungai-citarum-OPiNsEORaK.jpg Tim SAR mengevakuasi jasad korban yang tenggelam di Sungai Citarum (Foto: Wisnu Yusep)

BEKASI – Seorang remaja, Daryanti (15) ditemukan tewas setelah sempat hilang saat bermain bersama teman-temannya di pinggir Sungai Citarum, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat Remaja asal Bojong Sari Kedung Waringin Bekasi, Sasak Bojong ini dinyatakan hilang pada Jumat 18 September 2020.

Tim gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta (SAR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi langsung melakukan pencarian. Korban pun ditemukan pada Sabtu (19/9/2020). 

Baca Juga:  Tersedot Pusaran Air, Bocah Kelas 2 SMP Meregang Nyawa

Kejadian tersebut bermula saat korban hilang ketika bermain di pinggir Sungai Citarum bersama 6 orang temannya. Korban terpeleset ke dalam sungai dan terbawa arus.

Warga yang berada di sekitar sungai berusaha menolong korban. Namun, korban tidak berhasil diselamatkan hingga akhirnya tenggelam.

"Korban pun ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 08.05 WIB pagi tadi," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR Hendra Sudirman kepada wartawan. 

Korban, kata dia, ditemukan pada radius 2 KM dari lokasi kejadian dan langsung dievakuasi menuju rumah duka yang terletak di Kampung Bojong RT 01/ RW 01 Dusun 1 Desa Bojong Sari, Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Selanjutnya korban kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses selanjutnya," kata dia.

Baca Juga:  Main Rakit di Muara Sungai, Dua Warga Kebumen Hilang Dibawa Arus 

Proses pencarian sebelumnya melibatkan SAR gabungan dengan membagi area menjadi 3, di mana SRU pertama melakukan pencarian dengan penyisiran menggunakan perahu karet menyusuri Sungai Citarum sejauh 5 KM dari lokasi kejadian.

"Kemudian, SRU kedua melakukan penyisiran dengan pengamatan secara visual melalui jalur darat sejauh 2 KM dari lokasi kejadian, dan SRU ketiga akan melakukan penyelaman apabila kondisi Sungai Citarum memungkinkan untuk diselami dengan radius 10 meter dari lokasi kejadian," kata dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini