Cengkareng Zona Merah, Pedagang: Kami Takut Mati Kelaparan daripada Mati Kena Covid!

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Senin 21 September 2020 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 338 2281137 cengkareng-zona-merah-pedagang-kami-takut-mati-kelaparan-daripada-mati-kena-covid-5MBMF30RFA.jpg foto: sindo

JAKARTA – Wilayah Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat telah menjadi kelurahan tertinggi penderita Covid 19. Namun kesadaran masyarakat di kawasan ini cukup rendah. Hal itu terlihatnya banyaknya masyarakat yang tak menggunakan masker saat melintas di jalanan di kawasan ini.

Bahkan di wilayah ini, pedagang kaki lima (PKL) dan Pasar Malam tetap beraktivitas seperti biasanya. Ratusan pedagang tumpah ruah dari pagi hingga malam di kawasan zona merah tersebut.

(Baca juga: Duh! 352 Karyawan Epson di Bekasi Positif Covid-19)

MNC Media melakukan pemantauan di kawasan ini. Saat menjelang sore hingga malam hari, kawasan ini dipenuhi sejumlah kendaraan roda dua dengan penggunanya hampir tak menggunakan masker.

Termasuk di jalan Ruko Palem Mutiara yang berdekatan langsung dengan RSUD Cengkareng, salah satu Rumah Sakit Rujukan Covid 19. Setiap sorenya PKL mulai dari makanan, pakaian, hingga aksesoris berdagang di kawasan ini.

Bahkan, mereka yang berjualan disana tak peduli dengan protokol kesehatan. Seperti berjaga jarak hingga menggunakan masker.

“Kami lebih takut mati kelaparan dari pada mati kena covid. Lagi pula saya sering mencuci tangan, jadi amanlah,” kata Fajri, 34, salah satu pedagang pakaian di temui dikawasan itu, Minggu (20/9/2020) malam.

Dia mengakui, semenjak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, khususnya Jakarta, aktivitas dirinya sebagai pedagang tak terpengaruh, ia tetap berdagang seperti biasanya, termasuk berjualan pakaian. “Paling hanya pembelinya aja yang turun,” ucapnya.

Sementara sejumlah kafe dan warung makan yang tersebar di kawasan ini hingga menuju pedongkelan juga tetap beraktivitas. Bahkan mereka mempersilahkan pengunjung makan di cafe tanpa jaga jarak.

“Masa beli makan minum di kafe, tapi di rumah kan engga asik,” celetuk Heni, 26, pengunjung kafe.

Masih di lingkungan Cengkareng Timur, tepatnya di Pasar Bersih, sekitar 300 meter dari RSUD Cengkareng. Setiap malamnya sejak sebulan terakhir aktifitas pasar malam terlihat.

Dengan wahana bermain seperti ombak banyu, bianglala, komidi putar, hingga perahu (kora kora) terlihat. Usai magrib, biasanya kawasan ini dipenuhi pengunjung yang kebanyakan warga sekitar.

Meski sebagian dari mereka menggunakan masker, tapi teriakan seringkali terdengar dari jauh. Hinggar bingar musik terdengar bukti aktifitas disana ada.

Menanggapi hal itu, Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat menegaskan pihaknya tak mentolerir pelanggar PSBB, operasi yustisi gabungan pun akan dilakukan pihaknya di kawasan itu.

“Manpol (kecamatan) Cengkareng akan mengecek. Mereka yang tak bermasker akan ditegur dan dikenai sanksi,” tutup Tamo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini