Hotel Bintang 3 di Bekasi Tolak Jadi Lokasi Isolasi Pasien Covid-19

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Senin 21 September 2020 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 338 2281445 hotel-bintang-3-di-bekasi-tolak-jadi-lokasi-isolasi-pasien-covid-19-nc1iCyvrOs.jpg Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (Okezone)

BEKASI – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menegaskan sejumlah hotel bintang 3 yang berada di wilayahnya enggan untuk disewa maupun disulap menjadi tempat isolasi.

Hal itu sebagaimana rencana pemerintah pusat yang mengalokasikan anggaran Rp 3,5 triliun untuk tempat isolasi OTG disejumlah wilayah.

”Kita sudah tanyakan kepada mereka (pemilik hotel) agar tempatnya digunakan tempat isolasi, tapi mereka masih piker-pikir,” kata Rahmat di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Bekasi, Senin (21/9/2020).

Menurut dia, keberadaan hotel bintang 2 dan 3 di wilayahnya hanya sedikit dan terhitung jari tangan.

Rahmat menjelaskan, pihak hotel beralasan apabila kamar-kamarnya dijadikan tempat isolasi, mereka mengkhawatirkan masyarakat takut datang berkunjung ke hotel mereka di kemudian hari, sehingga berpengaruh pada penurunan omzet.

”Mereka takut hotelnya punya lebel bekas perawatan pasien corona,” ujarnya.

Hingga kini, kata dia, belum ada hotel yang menyatakan kesediaanya untuk dijadikan tempat isolasi. Sebab, hotel yang ada di Kota Bekasi masih beroperasi melayani kebutuhan masyarakat. Untuk itu, Rahmat memastikan belum ada hotel yang ada di Kota Bekasi mau dijadikan tempat isolasi bagi pasien Covid-19.

Untuk diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan dukungan hotel kelas bintang tiga, yang dapat dimanfaatkan bagi dokter dan tenaga kesehatan (Nakes) yang merawat pasien COVID-19 di seluruh Indonesia.

Selain itu, hotel untuk tempat isolasi mandiri bagi masyarakat yang dinyatakan positif COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan. Adapun langkah tersebut diambil sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo guna mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 di sejumlah daerah yang masuk zona merah Covid-19.

Dukungan hotel tersebut juga diberikan mengingat bahwa isolasi mandiri di rumah tidak memungkinkan untuk dilakukan dan kasus klaster keluarga juga mengalami peningkatan. Dan hotel itu diperuntukan bagi tenaga kesehatan, khususnya dokter dan perawat dan juga masyarakat yang statusnya positif COVID-19 seperti OTG dan gejala ringan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini