Terapkan Protokol Kesehatan, Lokasi Pengungsian Banjir Jakarta Akan Ditambah

Bima Setiyadi, Koran SI · Selasa 22 September 2020 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 338 2281836 terapkan-protokol-kesehatan-lokasi-pengungsian-banjir-jakarta-akan-ditambah-ifWw3RumJO.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta pastikan lokasi pengungsian atau penampungan korban banjir tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Salah satunya menambah jumlah penampungan sebanyak dua kali lipat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, sejak Senin 21 September sore hingga malam terjadi peningkatan debit air curah hujan. Bahkan di pintu air Katulampa mencapai tingkat siaga satu. Beruntung, sesampainya Jakarta pada Selasa (22/9/2020) pukul 04.00 WIB, air surat hingga berstatus siaga empat.

"Kami langsung lakukan pengecekan ke pintu air manggarai dan kami siapkan sejumlah alat berat untuk mengambil sampah di pintu air. Termasuk mempersiapkan titik jumlah penampungan," kata Ariza di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Baca Juga: Masuki Musim Hujan, Wagub DKI Catat Ada 82 Kelurahan di Jakarta Rawan Banjir

Ariza menjelaskan, jumlah penampungan korban banjir tentunya dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 lantaran saat ini ibukota masih dilanda pandemi. Salah satunya dengan menyiapkan jumlah penampungan sebanyak dua kali lipat.

Sayangnya, Politisi Partai Gerindra itu tidak menjabarkan lebih detail dimana saja lokasi penampungan dan apakah sudah ada yang mengungsi atau belum pasca pintu air Katulampa Siaga Satu.

"Kami tetap memperhatikan Protokol Covid-19 kemudian juga jajaran kami sudah siap dan kami minta masyarakat untuk bersiap ada 82 kelurahan yang dilalui sungai Ciliwung dan rawan banjir," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, berdasarkan pemetaan yang dilakukan, sedikitnya ada 82 kelurahan yang rawan mengalami bencana banjir di musim hujan karena letaknya berada di daerah bantaran sungai Ciliwung yang melintas di Jakarta. Untuk itu, dia meminta masyarakat sekitar aliran sungai siap dan waspada terhadap potensi banjir yang datang saat musim hujan.

"Kami sudah siap dan terus berupaya mengendalikan banjir. Masyarakat harus selalu waspada," kata Ariza di Balaikota DKI Jakarta.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini