Kembali Tarik 'Rem Darurat' Jakarta, Anies: Ketersediaan Rumah Sakit Hampir Habis

Felldy Utama, iNews · Selasa 22 September 2020 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 338 2282053 kembali-tarik-rem-darurat-jakarta-anies-ketersediaan-rumah-sakit-hampir-bYGR2JJlXe.jpg Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memebeberkan alasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat atau dengan istilahnya menarik rem darurat kembali dimasa pandemi Covid-19. Salah satunya, ketersediaan jumlah tempat tidur di rumah sakit Jakarta yang sudah hampir habis.

Hal itu dia ungkap saat berbincang dengan Gus Miftah. Dalam kesempatan itu, Anies mengaku sebenarnya Pemprov DKI telah memberikan peringatan dari beberapa bulan sebelumnya, 'rem darurat' itu akan ditarik kembali ketika lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta, angkanya terus melonjak naik.

BACA JUGA: Pengetatan PSBB Jakarta Dikritik Banyak Pihak, Ini Respons Anies

"Pada saat saya mengumumkan Juni itu, saya waktu itu bilang jika terjadi lonjakan kasus yang mengkahwatirkan, maka pemprov DKI tidak segan-segan untuk menarik rem darurat dan melakukan pengetatan kembali," kata Anies dalam program acara Ngobrol Bareng Gus Miftah” yang akan disiarkan stasiun televisi iNews, Selasa (22/9/2020).

Dia melanjutkan, pada akhir Agustus, Pemprov mencatat sekitar 7.000 kasus aktif yang berada di Jakarta. Kasus aktif yang dimaksud adalah orang yang sudah terpapar positif tapi masih melakukan isolasi atau perawatan di rumah sakit, dan belum sembuh.

BACA JUGA: Anies Baswedan Siap Buka-bukaan soal PSBB Total di "Ngobrol Bareng Gus Miftah" Malam Ini

Masuk di awal September, kata Anies, jumlah itu ternyata mengalami lonjakan hingga 48 persen. Menurutnya, kenaikan angka kasus positif Covid-19 belum pernah terjadi pada bulan-bulan sebelumnya. Lebih parahnya lagi, 34 persen dari jumlah tersebut ternyata mereka-mereka yang membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit.

"Nah ketika 34 persen harus dirawat, rumah sakit kita itu jumlahnya akan suatu saat nembus itu, saat itu belum habis. Kalau didiamkan, itu habis," ujarnya.

Oleh karena itu, Anies menilai apabila Pemprov tak mengambil langkah-langkah yang berani, maka Ibukota DKI Jakarta juga ke depannya akan menghadapi permasalahan. Permasalahan yang dimaksud dalam hal ini terkait dengan jumlah ketersediaan rumah sakit untuk menampung pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan intensif.

"Karena jumlah tempat tidur dengan jumlah pasien enggak sama. Itu sudah terprediksi karena melihat grafik itu. Karena itulah kemudian, kita putuskan untuk menarik istilahnya rem darurat, kembali diketatkan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini