Covid-19 di DKI Mengganas, Hotel hingga Pernikahan Jadi Klaster Baru

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 23 September 2020 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 338 2282315 covid-19-di-dki-mengganas-hotel-hingga-pernikahan-jadi-klaster-baru-Xhx1zp2V4p.jpg ilustrasi: shutterstock

JAKARTA – Lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta semakin mengkhawatirkan. Bahkan, di beberapa tempat muncul klaster baru Covid-19 di DKI.

(Baca juga: Kesadaran Sopir Angkot Terapkan Protokol Kesehatan Lebih Tinggi Dibandingkan Mobil Pribadi)

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah membeberkan klaster baru persebaran Covid-19 di DKI Jakarta yakni klaster hotel, pesantren, hiburan malam dan pernikahan.

“Sebenarnya ada beberapa yang baru yang sebelumnya tidak ada klasternya. Contohnya adalah klaster Hotel sudah mulai ada, pesantren ada, hiburan malam ada,” ungkap Dewi dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Dimana dari data pada klaster hotel ditemukan sebesar 0,01% atau 3 kasus, pesantren 0,01% atau 4 kasus, hiburan malam 0,01% atau 5 kasus, dan kegiataan pernikahan 0,07% atau 25 kasus.

“Jadi memang ditemukan 3 kasus sebenarnya di sebuah hotel dan dilihatnya memang dari hotel itu 3 orang ini memang punya kontak di sana sebenarnya. Nah ini juga yang masih dalam penyelidikan sebenarnya,” ujar Dewi.

“Kegiatan pernikahan juga mulai muncul sekarang. Sudah 25 orang terinfeksi walaupun kecil tapi tetap ini dalam sebuah berkegiatan ternyata berpotensi jadi tempat penularan,” sambung Dewi.

Dewi menjelaskan, klaster-klaster baru ini ternyata berpotensi penularan Covid-19 dimana sebelumnya dianggap tidak mungkin akan terjadi penularan. “Tapi muncul tempat-tempat baru yang ternyata berpotensi untuk penularan yang sebelumnya kita berpikir rasanya tidak mungkin ada klaster di sana,” urainya.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat lebih waspada lagi terhadap potensi klaster Covid-19 yang bisa muncul dimana saja. Ini yang harus diperketat kembali.

“Jadi ini beberapa contoh klaster-klaster baru yang sebelumnya belum ada, yang artinya kita harus lebih waspada lagi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini