Share

Ini Peran 10 Tersangka Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 23 September 2020 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 338 2282518 ini-peran-10-tersangka-klinik-aborsi-ilegal-di-jakarta-pusat-o4ZWIYM6RS.jpg Polda Metro Jaya merilis pengungkapan klinik aborsi ilegal di Jakarta Pusat (Foto: Okezone/Muhamad Rizky)

JAKARTA - Subdit IV Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya membongkar praktik klinik aborsi ilegal yang berlokasi di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat. Ada 10 orang tersangka yang diamankan dalam kasus ini, dan mereka memiliki peran masing-masing.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, tersangka pertama adalah LA (52) seorang perempuan pemilik dari klinik tersebut. LA juga yang menjadi otak untuk melaksanakan bisnis aborsi ilegal.

"Kemudian, DK seorang laki-laki umur 30 tahun sebagai dokter tugasnya penindakan aborsi," kata Yusri saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (23/9/2020).

Baca Juga:  Polisi Bongkar Klinik Aborsi Ilegal di Jakpus, 10 Orang Diringkus

Tersangka lainnya kata Yusri, adalah tim pembantu dokter saat melakukan tindakan aborsi mulai dari USG pasien hingga pembantu dokter. Mereka berinisial YA (51) perempuan perannya membantu tindakan aborsi, MM (38) perempuan bertugas untuk USG pasien, dan LL (50) perempuan membantu di ruang tindakan aborsi.

"Kemudian, ada karyawaan di klinik yang membantu registrasi dan kasir yaitu NA (30) perempuan, RA (52) laki-laki penjaga pintu klinik, ED (28) bertugas cleaning service dan penjemput pasien, dan SM (62) melayani pasien," tuturnya.

Terakhir, polisi juga menangkap seorang pasien yang berinisial RS (25) yang hendak mengaborsi anaknya sendiri. Yusri menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat terkait praktik aborsi ilegal. Setelah dilakukan penyelidikan polisi menangkap para pelaku.

Klinik itu sendiri telah beroperasi sejak 2017 atau telah tiga tahun. Berdasarkan data sejak Maret 2017 hingga Agustus 2020 lebih dari 32 ribu pasien yang melakukan aborsi.

"Untuk jumlah pasien sebanyak 780 pasien/bulan dikali 42 bulan sama dengan 32.760 pasien," ujar Yusri.

Adapun mekanisme untuk menjaring para pasiennya lanjut Yusri, pelaku mempromosikan secara terbuka melalui website klinikaborsiresmi.com dan media sosial. Mereka yang membuka website klinik tersebut nantinya dihubungkan dengan salah satu kontak WhatsApp untuk dilakukan penjemputan.

"Biaya yang dibebankan per pasien berkisar antara Rp2,5 -Rp5 juta tergantung usia kandungan," ungkap Yusri.

Dalam satu hari, kata Yusri, para tersangka mampu melakukan aborsi terhadap 5-10 dengan omzet Rp10-15 juta. Nantinya keuntungan yang didapat akan dibagi kepada semua pihak yang terlibat.

"Pembagian uang untuk dokter 40 persen, kemudian agen, dan ada untuk pegawainya itu dibayar Rp250 ribu sehari," terangnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 346 KUHP dan atau Pasal 348 Ayat (1) KUHP dan atau Pasal 194 Jo

Pasal 75 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini