22 Kecamatan di Bogor Rawan Bencana, Ini Daftarnya

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 23 September 2020 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 338 2282551 22-kecamatan-di-bogor-rawan-bencana-ini-daftarnya-iX8XUEdhXR.JPG Kecamatan Pamjijahan, Bogor, sempat dilanda banjit. Foto: dok.warga

BOGOR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 22 dari 40 kecamatan rawan bencana longsor dan banjir. Masyarakat yang tinggal di zona tersebut diminta waspada mengingat curah hujan saat ini cukup tinggi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor Dede Armansyah mengatakan ke-22 kecamatan yang rawan bencana tersebut berada di wilayah timur, selatan dan barat Kabupaten Bogor.

"Wilayah timur (Tanjungsari, Cariu, Sukamakmur), selatan (Megamendung, Cisarua, Ciawi, Cigombong, Cijeruk, Caringin) dan barat (Taman Sari, Tenjolaya, Pamijahan, Lewisadeng, Leweiliang, Sukajaya, Cigudeg, Jasinga, Nanggung). Ini adalah semua daerah-daerah yang berpotensi bencana longsor," kata Dede kepada Okezone mengenai daftar kecamatan rawan bencana, Rabu (23/9/2020).

Ada tiga faktor utama yang mendasari daerah-daerah tersebut menjadi rawan bencana longsor, yaitu faktor morfologi , geologi dan tata guna lahan.

Baca Juga: Puluhan Ton Ikan dan Sawah Siap Panen Ludes Diterjang Banjir di Bogor

"Morfologinya bergunung dan berlereng, kedua faktor geologinya daerah tersebut batuan atau tanahnya mengandung lempung yang memang apabila kena hujan akan berubah menjadi bidang gelincir dan ketiga faktor tata guna lahan jadi akibat tekanan penududuk kebutuhan pemukiman dan pertananian sekarang makin merambah ke daerah yang berlereng dan tepi jurang. Ini faktor longsor terjadi," jelasnya.

Di samping itu, tambah Dede, ada faktor pendukung yang sangat mempengaruhi ketiga faktor dasar tadi yakni hujan. Setelah ketiga faktor tersebut ada, ketika dipicu curah hujan tinggi maka terjadi longsor.

Kemudian, untuk daerah rawan banjir secara garis besar juga termasuk dalam wilayah rawan longsor tersebut. Namun, ada 8 sungai besar di Kabupaten yang harus diwaspadai oleh masyrakat dibantaran saat curah hujan tinggi karena berpotensi banjir.

"(Daerah banjir) termasuk daerah situ juga. Paling tidak ada 8 sungai utama di Kabupaten Bogor yang harus diantisipasi karena rawan banjir dari arah timur itu ada Sungai Cipamingkis dan Cibeet. Di tengah ada Sungai Cileungsi, Sungai Cikeas, Ciliwung dan Cisadane. Yang di barat ada Sungai Cidurian, Cianten termasuk anak sungainya. Ini adalah sungai-sungai besar yang rawan banjir," ungkap Dede.

Baca Juga: BNPB Catat 2.069 Bencana Melanda Indonesia Sepanjang 2020

Tidak hanya itu, daerah hulu sungai seperti Puncak untuk aliran Sungai Ciliwung dan hulu Sungai Cianten yang menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Pamijahan pada Senin 21 September 2020 lalu.

Terkait penanganan jika terjadi bencana, jumlah alat berat memang tidak sebanding dengan luas wilayah Kabupaten Bogor. Meski begitu, BPBD tetap akan berupaya maksimal untuk menangani setiap bencana.

"Ya kalau peralatan kami ada satu unit beko ukuran kecil yang bisa masuk ke lokasi sulit. Tapi prinsipnya jika ada kejadian bencana kita bisa minta bantuan dinas yang lain seperti PU untuk menggerakkan peralatannya jika dibutuhkan. Termasuk ada proyek yang menggunakan alat berat bisa digunakan. Tentu belum ideal. Luas wilayah kecamatan, potensi longsor di 22 kecamatan dan kondisi yang ada ya belum ideal. Tapi kami Pemda dengan peralatan yang kita punya memberi respon. Jadi memang posisinya belum ideal, tapi upaya kesana kita lakukan," bebernya.

Sementara untuk antisipasi, pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat khususnya yang tinggal di daerah rawan juga membentuk desa tangguh bencana yang isinya satgas serta relawan.

"Kita juga lakukan edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah, pesantren ini terus kita lakukan. Juga melalui medos seperti di WA grup itu kita juga kesiapsiagaan hadapi bencana. Kita juga menghimpun teman-teman yang tergabung di organisasi penggiat anti bencana di forum pengurangan resiko bencana. Mereka juga cukup aktif melakukan edukasi dan sosialisasi penanggulangan bencana ke warga," tutup Dede.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini