1.856 Orang Terjaring Razia Masker di Jakbar, Satpol PP : Kebanyakan Ojol

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Rabu 23 September 2020 23:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 338 2282741 1-856-orang-terjaring-razia-masker-di-jakbar-satpol-pp-kebanyakan-ojol-KsC9DptOVN.jpg Ojek online. (Foto : Dok Okezone/Arif Julianto)

JAKARTA – Kepala Seksi Operasi Satpol PP Jakarta Barat, Ivand Sigiro mengatakan, dari 1.856 orang yang terjaring razia masker sejak diberlakukannya pengetatan PSBB mulai 14 September 2020, kebanyakan driver ojol. Kebanyakan dari mereka tidak memakai masker dengan alasan tengah mengantar orderan.

“Saat ditangkap dia ternyata sedang ngantar order, ambil order, alasannya itu-itu aja,” kata Ivand ketika dikonfirmasi, Rabu (23/9/2020).

Selain driver ojol, beberapa di antara yang banyak melanggar adalah karyawan toko. Saat terjaring, mereka memilih melakukan sanksi sosial.

Bahkan mereka sempat menaruh KTP dan kembali ke rumah untuk mengambil masker. Setelah datang, mereka kemudian dikenakan sanksi sosial.

Meski demikian, beberapa di antara mereka yang tak kembali juga diminta mengambil langsung KTP-nya di kantor Wali Kota Jakarta Barat.

“Nah kami kasih surat BAP kalau yang bersangkutan enggak mau ambil juga di lokasi, ambil di kantor Wali Kota Jakarta Barat kantor Satpol PP,” kata Ivand.

Meski demikian, terkait nilai yang berbeda di tiap kecamatan. Ivand mengatakan perbedaan itu karena sesuai Pergub 79 Tahun 2020 denda berkisar dari Rp150-50 ribu. Selain itu, mereka juga diperbolehkan sanksi kerja sosial selama 60 menit.

“Kemungkinan kalau jumlahnya sama tapi jumlah nominal beda, kemungkinan di sana banyak yang kerja sosial yang ikut administrasi,” tuturnya.

Karena itulah, Ivand mengatakan saat melanggar warga kemudian diminta membayar Rp250 ribu kemudian menawar Rp150 ribu. Bila tak sanggup bayar, mereka kemudian ditawarkan sanksi sosial.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini