Janda di Tangsel Tinggal di Gubuk Reyot, Tiap Hari Diteror Ular dan Kalajengking

Hambali, Okezone · Kamis 24 September 2020 00:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 338 2282756 janda-di-tangsel-tinggal-di-gubuk-reyot-tiap-hari-diteror-ular-dan-kalajengking-43INK08Uor.jpg Kondisi gubuk yang ditinggali Nuraini bersama 3 anaknya dan seorang cucu. (Foto : Hambali)

Keberadaan gubuk reyot itu sungguh kontras dengan pemukiman sekitar. Kondisinya kian memprihatinkan manakala hujan turun, seisi dalam gubuk basah kuyup akibat curah air menerjang bebas dari atap.

Saat masih hidup, suami Nuraini lah yang kerap naik ke atas menambal atap-atap yang bocor.

"Dulu waktu suami masih hidup, dia yang betulin atap-atap. Tiap hari kalajengking, ular, tikus itu sering muncul di dapur, halaman depan. Kalau kalajengking dari yang kecil sampai yang sebesar kepalan tangan itu banyak muncul di dalam. Pernah ular dari atap jatuh ke bak mandi anak, untung anak saya udah selesai mandi waktu itu," sambungnya.

Di belakang persis gubuk reyot itu memang terdapat pohon-pohon bambu lebat di bagian kiri dan kanannya. Pohon bambu itu menjadi pembatas tebing di bawahnya dengan kedalaman sekira 10 meter. Tanpa turap atau penahan apapun, permukaan tanah dari gubuk reyot Nuraini memang bisa saja sewaktu-waktu tergerus dan longsor.

"Makanya sementara ini kita mengungsi ke kontrakan petak di samping rumah, untuk sementara karena kasihan anak-anak saya masih kecil takut kenapa-kenapa. Apalagi bapaknya kan nggak ada," tambahnya lagi.

Nuraini beserta anak dan cucunya sudah hampir 2 bulan ini tinggal menyewa kontrakan kecil di dekat gubuknya. Harga sewanya Rp500 ribu per bulan. Untuk membayarnya, dia mengandalkan hasil berjualan mi dan pendapatan putrinya dari bekerja di konter HP.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini