Share

Kasus Corona di Jakarta Masih Tinggi, Epidemiolog: PSBB Bukan dalam Dosis Optimal

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 24 September 2020 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 338 2282785 kasus-corona-di-jakarta-masih-tinggi-epidemiolog-psbb-bukan-dalam-dosis-optimal-RPRXjNat8h.jpg Ilustrasi. (Dok Okezone/Arif Julianto)

JAKARTA – Provinsi DKI Jakarta menyumbang kasus positif virus corona (Covid-19) terbanyak pada Rabu 23 September 2020 dengan 1.133 orang. Total kasus positif di Ibu Kota mencapai 65.687.

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan masih tingginya kasus baru Covid-19 di Jakarta lantaran penerapan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tidak dalam dosis optimal dan durasinya singkat.

“Sekali lagi, PSBB yang dilakukan di Jakarta ini bukan dalam dosis yang optimal. Dia dalam dosis kompromi dan juga durasinya tidak optimal dan durasi singkat dua minggu,” tutur Dicky kepada Okezone di Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Karena itulah, kata Dicky, PSBB yang diterapkan di Jakarta saat ini tidak bisa memberikan dampak banyak atau efektif dalam menurunkan angka kasus baru Covid-19.

“Ini artinya kita tidak bisa berharap banyak dari PSBB ini untuk memberikan dampak atau yang efektif dalam menurunkan kecepatan penyebaran termasuk berkaitan untuk menurunkan kematian,” ujar Dicky.

Ia menyarankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengevaluasi lagi penerapan PSBB ini agar memberikan dampak yang optimal dalam mengendalikan virus corona.

Baca Juga : Ruang ICU Pasien Covid-19 di RSUD Cengkareng Nyaris Penuh

“Perlu dievaluasi dan juga harus dijadikan pelajaran bahwa bila setengah setengah yang terjadi kita resources berkurang, tapi dampaknya tidak optimal. Ini kita jadi semakin kalah berpacu dengan virus,” tuturnya.

Baca Juga : Kasus Positif Kembali Pecah Rekor, Epidemiolog : Belum Masuk Puncak Pandemi Covid-19

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini