Share

Ini Klinik Aborsi Ilegal yang Digerebek Polisi Sepanjang 2020

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 24 September 2020 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 338 2282788 ini-klinik-aborsi-ilegal-yang-digerebek-polisi-sepanjang-2020-xSGmIfxYQD.jpg Polda Metro Jaya merilis pengungkapan klinik aborsi ilegal di Jakpus. (Foto : Okezone/Muhamad Rizky)

JAKARTA – Subdit IV Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya kembali membongkar praktik klinik aborsi ilegal. Teranyar, aparat membongkar praktik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat.

Sepanjang 2020, pihak kepolisian berhasil mengungkap beberapa klinik yang membuka praktik aborsi ilegal. Berikut praktik klinik aborsi illegal yang berhasil diungkap penyidik yang dirangkum Okezone pada Kamis (24/9/2020) :

1. Klinik Aborsi Ilegal di Paseban

Pada bulan Februari 2020, polisi menangkap tiga pelaku yang melakukan kejahatan praktik aborsi ilegal di Paseban, Jakarta Pusat (Jakpus). Mereka adalah, seorang dokter berinisial A, bidan berinisial RM, dan karyawan berinisial SI.

Ini Klinik Aborsi Ilegal di Paseban yang Digerebek Polisi

Berdasarkan informasi, Klinik ini sudah beroperasi selama 21 bulan. Klinik aborsi ilegal di Paseban, Jakarta Pusat, meraup untung mencapai Rp5,5 miliar selama beroperasi 21 bulan.

Dokter A yang lulusan sebuah Universitas di Sumatera Utara merupakan dokter yang belum memiliki spesialis bidang. Tersangka A ternyata pernah terjerat kasus serupa yang ditangani Polres Bekasi. Dia divonis 3 bulan penjara atas kasus ini.

Dari operasi klinik itu, setidaknya sudah ada 1.632 pasien telah mendatangi klinik aborsi ilegal itu dengan rincian 903 pasien telah menggugurkan janinnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 Ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 Ayat (2) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP. Ancaman hukuman lebih dari 10 tahun penjara.

2. Praktik Aborsi Berkedok Klinik di Kawasan Senen

Subdit Dirkrimum Polda Metro Jaya membongkar kembali praktik aborsi di kawasan Jalan Raden Saleh, Senen, Jakarta Pusat pada bulan Agustus 2020.

Dalam penggerebekan di klinik sr. SWS itu, polisi menciduk 17 orang tersangka. Para tersangka yang diamankan berinisial SS (57), SWS (84), TWP (59), EM (68), AK (27), SMK (32), W (44), J (52), M (42), S (57), WL (46), AR (44), MK (38), WS (49), CCS (22), HR (23), dan LH (46).

Adapun mereka punya perannya masing-masing, yakni enam tersangka merupakan tenaga medis. Mereka terdiri dari tiga orang dokter, satu orang bidan, dan dua orang perawat.

Garis Polisi Segel Klinik Aborsi Ilegal di Paseban Raya

Empat tersangka lain berperan sebagai pengelola klinik yang memiliki tugas untuk negosiasi, penerimaan dan pembagian uang. Empat tersangka memiliki tugas untuk antar jemput pasien, membersihkan janin, menjadi calo, dan membelikan obat. Sedangkan tiga sisanya orang yang melakukan aborsi.

Para tersangka dikenakan pasal yang berbeda-beda dengan ancaman di atas lima tahun penjara. Pasal yang dikenakan antara lain Pasal 299, 346, 348 Ayat (1) dan 349 KUHP serta Pasal 194 juncto Pasal 75 tentang kesehatan dan Pasal 77A junto Pasal 45A UU perlindungan anak. 

3. Klinik aborsi ilegal yang berlokasi di Jalan Percetakan Negara III

Subdit IV Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya membongkar praktik klinik aborsi ilegal yang berlokasi di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat. Ada 10 orang tersangka yang diamankan dalam kasus ini, dan mereka memiliki peran masing-masing.

Klinik itu sendiri telah beroperasi sejak 2017 atau telah tiga tahun. Berdasarkan data sejak Maret 2017 hingga Agustus 2020 lebih dari 32 ribu pasien yang melakukan aborsi.

Polisi rilis pengungkapan klinik aborsi ilegal di Jakarta Pusat. (Foto : Okezone/Muhamad Rizky)

Adapun mekanisme untuk menjaring para pasiennya, pelaku mempromosikan secara terbuka melalui website klinikaborsiresmi.com dan media sosial. Mereka yang membuka website klinik tersebut nantinya dihubungkan dengan salah satu kontak WhatsApp untuk dilakukan penjemputan.

Baca Juga : Polisi Bongkar Klinik Aborsi Ilegal di Jakpus, 10 Orang Diringkus

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 346 KUHP dan atau Pasal 348 Ayat (1) KUHP dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. (erh)

Baca Juga : Ini Peran 10 Tersangka Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini