Kisah Horor Penggali Makam Pasien Covid-19, Diikuti Sosok Perempuan Tua hingga Depan Rumah

Hambali, Okezone · Kamis 24 September 2020 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 338 2282876 kisah-horor-penggali-makam-pasien-covid-19-diikuti-sosok-perempuan-tua-hingga-depan-rumah-Btgb1D7PdD.jpg TPU Jombang. (Foto: Okezone.com/Hambali)

TANGSEL - Bekerja sejak pagi, siang, hingga larut malam sudah menjadi aktivitas rutin Aldi (20). Pemuda itu bekerja di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), sejak 3 tahun lalu. 

Saat TPU Jombang hanya menjadi makam umum warga sekitar, pekerjaan Aldi dan 9 rekannya sesama penggali makam tak terlalu berat. Ketika itu, paling banyak hanya ada 1-2 jenazah yang dikubur setiap harinya.

Kini, semenjak TPU Jombang diperuntukkan pula bagi pemakaman jenazah pasien Covid-19, pekerjaan Aldi menggali kubur meningkat hingga 2 kali lipat dari biasanya. Terkadang, sehari bisa mencapai 5 hingga 6 jenazah yang dimakamkan. 

Berbagai cerita diungkapkan Aldi selama menangani jenazah pasien Covid-19 selama ini, salah satunya adalah pengalaman horor. Pria yang baru memiliki seorang anak itu bercerita, suatu ketika usai pulang dari menggali makam, dia merasa diikuti oleh sosok perempuan berusia tua hingga depan rumah. 

TPU Jombang.

"Waktu itu saya baru selesai makamin jenazah, sekira jam 1 dini hari. Terus saya pulang ke rumah, enggak terlalu jauh juga dari sini. Waktu saya habisin rokok di depan rumah, ada perempuan ibu-ibu bawa linggis yang biasa dipakai buat gali tanah kubur. Wajahnya enggak jelas terlihat, dia pakai baju kembang-kembang, rambutnya panjang," tutur Aldi kepada Okezone di TPU Jombang, Kamis (24/9/2020). 

Baca juga: Munculnya Klaster Baru di Jakarta, Epidemiolog: Pandemi Corona Belum Terkendali

Menyaksikan penampakan tak biasa di keheningan malam, bulu kuduk Aldi spontan berdiri. Dia pun sempat berucap ayat-ayat suci di dalam hati. Beberapa saat, sosok perempuan tua itu hanya terdiam tanpa bergerak di depan rumah dengan wajah menatap ke bagian sisi lain.

"Dia diem saja di depan rumah, cuma memang wajahnya enggak ngadep langsung ke saya, ngadep ke arah samping. Saya baca-baca (ayat suci) juga. Enggak lama hilang sendiri. Itu anehnya kayak semacam ngasih tanda, soalnya perempuan itu bawa linggis yang memang saya pakai buat bantu penggalian makam juga," imbuhnya. 

Baca juga: Pemprov DKI Diminta Bangun Kesadaran Kolektif Warga untuk Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Kejadian mistis itu terjadi saat awal-awal dia mulai memakamkan jenazah pasien Covid-19. Selanjutnya dia sudah tak pernah mengalami kejadian serupa. Aldi pun memang tak merasa was-was dengan aktivitas di area pemakaman, meski buah hatinya di rumah baru berusia sekira 2 bulan.

"Memang orang-orang tua bilangnya kalau ada bayi wanginya ngundang makhluk yang begituan. Tapi karena memang kerjaan saya di makam, mau cari kerja tempat lain juga belum tentu ada apalagi musim (pandemi) begini. Yang penting sebelum masuk rumah, saya dah bersih-bersih saja," ucapnya. 

Dilanjutkan dia, proses memakamkan jenazah pasien Covid-19 harus melalui prosedur yang telah ditentukan. Misalnya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, dari masker, hazmat, sarung tangan, hingga sepatu.

"Makaminnya kan beda, jenazah Covid itu kan dalam peti semua. Kita harus pakaian lengkap APD, habis itu kalau dah selesai badan kita disemprot disinfektan juga. Pasti lebih kerasa capeknya, pengap juga susah napas kita pakai masker," tambahnya.

Dengan berbagai risiko yang dijalani, Aldi dan 9 penggali lainnya hanya menerima upah jasa dari tiap kali menggali makam. Satu tim yang terdiri dari 5 pekerja menerima Rp1 juta dalam setiap lubang kubur. Dengan begitu, masing-masing mendapat bayaran Rp200 ribu satu kali proses pemakaman.

TPU Jombang kini memiliki luas sekira 2,2 hektare, setelah luas lahan sebelumnya yang mencapai 3,6 hektare terpotong akibat pembangunan ruas jalan tol. Area makam jenazah Covid sendiri terletak di bagian belakang. Dari data terakhir, jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di sana telah mencapai lebih dari 214 orang. (qlh)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini