Share

DKI Libatkan RT/RW Awasi Protokol Kesehatan Covid-19

Bima Setiyadi, Koran SI · Kamis 24 September 2020 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 338 2282939 dki-libatkan-rt-rw-awasi-protokol-kesehatan-covid-19-sJF4dVroYD.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Foto: Sindo)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengklaim tingkat kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19 semakin meningkat. Sejak awal, Pemprov DKI telah melibatkan RT/RW untuk mendisiplinkan masyarakat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, hasil evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sepekan belakangan ini terjadi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19. Termasuk area perkantoran yang menjadi fokus Pemprov DKI menekan angka penyebaran Covid-19 pada masa PSBB ini.

"Alhamdulillah ada peningkatan kesadaran dari seluruh unit usaha atau kegiatan dan masyarakat. Namun demikian, ini belum cukup kami minta ada kesadaran yang lebih lagi dari seluruh warga," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Baca Juga:  1.856 Orang Terjaring Razia Masker di Jakbar, Satpol PP : Kebanyakan Ojol

Ariza membantah apabila dikatakan tidak melibatkan RT/RW untuk mengawasi protokol kesehatan Covid-19 di pemukiman. Menurutnya, sejak awal, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membentuk Kampung siaga di RT/RW. Bahkan, setiap rumah diminta menyiapkan satu anggota keluarga sebagai kader Covid-19.

Hal itu, kata Ariza untuk memastikan semua masyarakat memahami, mengerti dan disiplin terhadap protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan terkecil. "Mudah-mudahan dengan upaya yang demikian kita bisa mengurangi penyebaran dan alhamdulillah angka kesembuhan terus meningkat sampai 78,2% dan angka kematian menurun sampai 2,5%. Memang ada peningkatan penyebaran. Namun demikian, perlu kami sampaikan ini disebabkan karena tingginya testing," pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang didapat, di kawasan Condet, Jakarta Timur tampak tidak ada ancaman corona yang nyata bagi hampir kebanyakan masyarakat di sana. Masih banyak anak-anak bermain pada pukul 20.00 WIB tanpa menggunakan masker. Begitu pun dengan orang dewasa yang masih berkerumun.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mengakui masih banyaknya warga yang cuek akan penerapan protokol kesehatan di tengah pemberlakuan PSBB ketat. Padahal, kepatuhan pada protokol kesehatan memberikan dampak besar terhadap penyebaran kasus Covid-19 di ibukota.

"Pemprov DKI Jakarta harus melibatkan RT/RW untuk mendisiplinkan masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19," tegasnya.

Baca Juga:  Kesadaran Sopir Angkot Terapkan Protokol Kesehatan Lebih Tinggi Dibandingkan Mobil Pribadi

Yuke menjelaskan, PSBB ketat yang dilakukan tanpa melibatkan peran serta masyarakat dan hanya dilakukan di area publik, perkantoran, jalan dan restoran akan terbilang percuma.

Politisi PDI Perjuangan itu pun meminta agar Pemprov DKI Jakarta segera melibatkan seluruh tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan dan mengawasi protokol kesehatan Covid-19 di pemukiman penduduk. "Harus digencarkan sosialisasi dan edukasinya. Minimal oleh RT/RW," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini