Viral! Tolak Pemulasaran Jenazah Sesuai Protokol Covid-19, Warga Tangerang Mengamuk di Rumah Sakit

Aimar Rani, · Kamis 24 September 2020 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 338 2283055 viral-tolak-pemulasaran-jenazah-sesuai-protokol-covid-19-warga-tangerang-mengamuk-di-rumah-sakit-XTSr57AlGJ.jpg Foto: Aimar Raina hasil tangkapan layar.

BANTEN - Tak terima pengurusan jenazah keluarga diterapkan sesuai standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19, sejumlah warga mengamuk di Rumah Sakit Swasta di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Adu mulut dengan petugas keamanan rumah sakit pun tak terhindarkan lantaran pihak keluarga memaksa petugas rumah sakit untuk segera memulangkan jenazah yang diduga suspek Covid-19.

Kejadian ini terekam kamera lalu viral di media sosial (medsos). Dalam rekaman berdurasi satu menit itu terdengar suara pria yang meminta petugas mengeluarkan jenazah pasien dari rumah sakit.

Selain itu ada juga suara yang menggugah rasa kasihan. “Justru yang kasihan mayitnya pak,” demikian suara dalam video itu.

Baca Juga: Meninggal Terkena Covid-19, Ini Wasiat Istri Mantan Wali Kota Jakarta Barat   

Lalu dalam video itu juga tampak seorang pria yang mengaku sebagai adik dari jenazah itu. Ia meminta warga tenang.

“Sudah saya kan adiknya, nanti dulu. Saya terima kasih, maksudnya biar cepat saja,” ujarnya.

Beruntung suasana bisa dikendalikan setelah salah satu tokoh masyarakat yang ada di lokasi mencoba menenangkan keluarga pasien dengan memberi pemahaman tentang kondisi sebenarnya.

Sementara Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Hendra Tarmidzi mengatakan, meski belum dinyatakan positif, namun pasien yang meninggal ini statusnya suspect Covid-19 sehingga harus diurus menggunakan standar protokol kesehatan.

Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya penularan penyakit dari jenazah ke petugas kamar jenazah serta ke keluarga maupun warga yang datang ke rumah sakit.

Baca Juga: Istri Mantan Wali Kota Jakbar Anas Effendi Diduga Meninggal karena Covid-19

“Memang orangnya (pasiennya) suspect Covid-19, belum positif, tapi kan memang dalam alam aturan pemulasaran jenazah untuk pasien yang diduga mengidap penyakit infeksi, penyakit menular, harus dilakukan pemulasaran jenazah sesuai protokol kesehatan,” ujar Hendra pada Kamis (24/9/2020).

Baca Juga: Lindungi Diri dari Covid-19, Dokter Ini Rela Pakai Popok saat Bekerja

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini