Hindari Klaster Pernikahan, Pemkot Bekasi Larang Prasmanan di Hajatan

Wisnu Yusep, Okezone · Kamis 24 September 2020 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 338 2283099 hindari-klaster-pernikahan-pemkot-bekasi-larang-prasmanan-di-hajatan-1MnZviO7yU.jpg Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (Foto : Okezone.com/Wisnu)

BEKASI – Tidak ingin adanya klaster pernikahan seperti yang terjadi di DKI Jakarta, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membuat surat edaran. Isinya repsesi tetap diperbolehkan, tetapi tak dibolehkan makan prasmanan saat hajatan digelar.

"Sudah dibuatkan surat edaran, kalau saat ini gedung pertemuan tidak boleh makan begini (prasmanan), harus menggunakan boks," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

Kalau bisa, kata pria yang disapa Pepen ini menginginkan, setiap warga yang hendak menggelar repsesi pernikahan, menerapkan model drive thru.

"Tapi jangan lupa amplop dimasukin ke kotak saja, (orang hajatan) kan yang penting amplopnya," ujar politikus Golkar ini dengan canda.

Baca Juga : Febri Diansyah Mengundurkan Diri dari KPK

Baca Juga : Hukuman Tak Pakai Masker di Luar Rumah Masuk Keranda Mayat

Pepen pun mencontohkan dirinya, yang baru saja menghadiri repsesi pernikahan, semua tamu undangan menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, tetapi mereka masih berkerumun. "(Jadi) harusnya memang drive thru," ujar dia.

Diketahui, berdasarkan data klaster penyebaran Covid-19 hingga 18 September 2020 di situs corona.jakarta tercatat sebanyak 20 orang dinyatakan positif Covid-19 yang berasal dari klaster pernikahan di dua lokasi di Jakarta Timur, yaitu di Kelurahan Kebon Pala dan RW 12 Kelurahan Penggilingan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini