Rekonstruksi Perkara Klinik Aborsi Ilegal, 63 Adegan Diperagakan

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 25 September 2020 19:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 338 2283918 rekonstruksi-perkara-klinik-aborsi-ilegal-63-adegan-diperagakan-Qq71Qvrmjy.jpg Rekonstruksi perkara klinik aborsi ilegal di Jakpus (Foto : Okezone.com/M Rizky)

JAKARTA - Polda Metro Jaya menggelar 63 adegan dalam rekonstruksi kasus klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat. Dalam rekonstruksi tersebut polisi menghadirkan 10 orang tersangka.

"Kami laksanakan rekonstruksi kasus aborsi ilegal di TKP langsung dengan hadirkan 10 tersangka. Ada 63 adegan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan," kata Kabid Humas Polda Meteo Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Jumat (25/9/2020).

Yusri menjelaskan total ada 5 lokasi perkara dalam kasus tersebut namun seluruh lokasi dijadikan satu di lokasi utama yakni klinik aborsi ilegal di Jakarta Pusat. "Dari 63 adegan ada 5 TKP, Sisa 4 TKP kami asumsikan disini," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan lebih lanjut, bahwa rekonstri dibagi kedalam empat bagian mulai dari tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan.

Di tahap perencanaan ini kata Calvijn, seorang pasien RS yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini memberitahu pacarnya TN sedang hamil. Keduanya sepakat untuk menggugurkan kandungan.

"Si pasien RS ini yang sudah menjadi tersangka ini membuka website dan disitu mendaftarkan lanjut bertemu dengan tersangka lainnya yang sudah kita lakukan penangkapan yang merupakan pekerja di rumah aborsi. Itu perencanaan awal yang kita laksanakan," kata Calvijn.

Baca Juga : Soal Bantuan Kuota Internet, Nadiem Makarim: Kami Buat Persyaratannya Sederhana

Kedua di tahap persiapan, pasien RS dibawa ke rumah aborsi. Disana RS mendaftar dan terjadi tawar menawar harga hingga akhirnya sepakat untuk diaborsi dan lanjut ditahap pelaksanan aborsi.

"Pada saat di USG baru dimasukan ke ruang tindakan dan dilakukan oleh oknum dokter yang kita jadikan tersangka dan petugas asiseten dokter lainnya. Sampai dengan diruang pemulihan untuk kembali," terangnya.

Tahap terakhir yakni penghilangan barang bukti. Dimana klinik akan membuang jannin yang telah disedot tersebut kedalam toilet. Hal itu terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan polisi dimana sampel darah yang diambil identik dengan tersangka RS.

"Penghilangan barang bukti dipraktek ini dilakukan tanpa adanya bahan kimia. Ini bisa dibuktikan si asisten dokter ini membuang gumpalan darah yang merupakan hasil aborsi ke dalam toilet yang ada di ruang tindakan. Sehingga kami penyidik dibantu dengan tim labfor dan identifikasi membuka septic tank dan kami temukan apa yang dijadikan barang bukti tersebut," jelasnya.

Diketahui sebelumnya, polisi membongkar praktik aborsi ilegal yang berlokasi di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat. Praktik tersebut telah berjalan selama 3 tahun atau sejak 2017, total lebih dari 32 ribu pasien yang melakukan aborsi.

Para pelaku sendiri mempromosikan klinik tersebut secara terbuka melalui website klinikaborsiresmi.com dan media sosial. Mereka yang membuka website klinik tersebut nantinya dihubungkan dengan salah satu kontak whatsapp untuk dilakukan penjemputan.

Selama menjalankan bisnis aborsi ilegal tersebut tambah Yusri, para pelaku telah meraup keuntungan lebih dari Rp 10 miliar. Hal itu terhitung sejak Maret 2017 hingga Agustus 2020.

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 346 KUHP dan atau Pasal 348 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini