Klinik Aborsi Jakpus, Polisi Sebut Calo Ambil Untung Lebih Banyak dari Dokter

Erfan Maaruf, iNews · Sabtu 26 September 2020 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 26 338 2284108 klinik-aborsi-jakpus-polisi-sebut-calo-ambil-untung-lebih-banyak-dari-dokter-9wvjj5i22A.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polisi menyebut orang yang mencari pasien (calo) klinik aborsi ilegal di Percetakan Negara III, Senen, Jakarta Pusat meraup untung lebih banyak dibanding pemilik dan dokter klinik. Pada satu orang pasien, seorang calo bisa mengambil untung 50 persen untuknya sendiri.

Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, keuntungan 50 persen lainnya akan diberikan ke pemilik klinik aborsi kemudian dibagi kepada perawat, resepsionis, dan pengantar sebesar Rp150 - 250 ribu per hari. Sisanya akan dibagi 40 persen ke dokter dan 40 persen pemilik tempat.

"Jadi untung calo ini lebih besar dibanding tenaga support tim dan dokter," ujar Calvijn saat dihubungi, Sabtu (26/9/2020).

BACA JUGA: 3 Fakta Baru Kasus Klinik Aborsi Ilegal Jakarta Pusat

Tingginya keuntungan yang diperoleh ini membuat para calo berusaha semaksimal mungkin mempromosikan klinik aborsi. Salah satunya dengan memasarkannya lewat internet dan membuat website klinikaborsiresmi.com.

"Web itu dibuat oleh calo. Kami menemukan fakta bahwa dalam pratik aborsi, peran calo sangat besar," kata Calvijn.

Klinik aborsi ilegal ini telah digerebek oleh polisi dan menangkap 10 orang. Adapun ke-10 tersangka tersebut, antara lain berinisial LA (52 tahun), DK (30), NA (30), MM (38), YA (51), RA (52), LL (50), ED (28), SM (62), dan RS (25).

BACA JUGA: Rekonstruksi Perkara Klinik Aborsi Ilegal, 63 Adegan Diperagakan

Dari pengakuan para tersangka, klinik telah beroperasi sejak 2017 dan telah mengaborsi 32 ribu lebih janin. Untuk tarif yang dikenakan sekitar Rp2 juta untuk mengaborsi janin berusia di bawah 5 minggu dan Rp 4 juta untuk janin yang telah berumur di atas 5 minggu.

Dalam sehari klinik itu bisa melayani 5-6 pasien. Keuntungan yang diraup klinik aborsi ini setiap hari sekitar Rp10 juta dan meraup Rp10 miliar hingga saat ini.

Atas tindakannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Yaitu, Pasal 346 dan atau Pasal 348 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau Pasal 194 juncto Pasal 75 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini