Kasus Corona Masih Tinggi, DPRD DKI : Dampak Pengetatan PSBB Baru Terlihat Sebulan ke Depan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 27 September 2020 06:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 338 2284372 kasus-corona-masih-tinggi-dprd-dki-dampak-pengetatan-psbb-baru-terlihat-sebulan-ke-depan-HqrbPatIum.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA – DKI Jakarta masih menjadi provinsi penyumbang kasus corona (Covid-19) terbanyak di Indonesia, hingga saat ini. Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa Jakarta masih menempati urutan pertama dengan penambahan angka kasus positif terbanyak.

Berdasarkan data dari Kemenkes, jumlah kasus konfirmasi positif corona di Jakarta bertambah sebanyak 1.322 per Sabtu, 26 September 2020. Sementara posisi kedua, diisi oleh Jawa Barat, dengan angka penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 386. Sementara di urutan ketiga, ada Provinsi Jawa Tengah yang bertambah 364 kasus.

Tingginya lonjakan angka kasus konfirmasi positif di Jakarta menjadi pertanyaan besar terkait efektifitas pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah diberlakukan sejak 14 September 2020, lalu. Sebab, sejak diberlakukannga pengetatan PSBB pada 14 September hingga kini, kasus positif corona di Jakarta belum juga mengalami penurunan yang signifikan.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz mengakui bahwa dampak dari pengetatan PSBB belum dapat dirasakan sepenuhnya pada beberapa waktu belakangan ini. Ia memprediksi dampak pengetatan PSBB baru mulai dirasakan pada bulan depan.

"Menurut saya dampak PSBB ini tidak akan terlihat secara langsung dan baru akan terlihat dampaknya dalam sebulan ke depan, semoga di bulan depan akan menurun," kata Aziz saat dikonfirmasi Okezone, Minggu (27/9/2020).

Baca Juga : 10 Hal Tentang Orang Mesir Kuno Bisa Dipelajari dari Piramida

Harapan untuk menurunkan angka positif corona di Jakarta tidak akan terlaksana jika tanpa didukung oleh semua pihak. Oleh karenanya, Aziz meminta agar seluruh warga Jakarta berdiam diri dirumah jika tidak ada keperluan yang sangat penting.

"Saya menghimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Jakarta untuk mentaati PSBB dan tidak keluar rumah bila tidak ada keperluan mendesak dan terus berdoa agar pandemi ini segera berakhir," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini