Antisipasi Genangan Air, Pemprov DKI Lakukan Pengerukan Saluran di 5 Wilayah

Bima Setiyadi, Koran SI · Minggu 27 September 2020 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 338 2284561 antisipasi-genangan-air-pemprov-dki-lakukan-pengerukan-saluran-di-5-wilayah-cB8kh7pc0d.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta tengah berupaya meminimalisir genangan yang terjadi pada saat musim hujan. Seluruh petugas di lima wilayah ibukota diminta lakukan pengerukan saluran air.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Sri haryati meninjau langsung pengurasan saluran air mikro di lima wilayah administrasi ibukota DKI Jakarta, diantaranya yaitu, jalan Sukarjo Wiryopranoto, Jakarta Pusat; Jalan BGR, Kelapa Gading, Jakarta Utara; Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat; Jalan Kemang Utara IX (kali Mampang), Jakarta Selatan dan Waduk Ria Rio, Jakarta Timur.

Sri mengatakan, untuk mengantasipasi genangan di DKI Jakarta, seluruh jajaran Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) agar mengamankan saluran. Artinya saluran yang mampet baik karena sampah plastik atau karena sidimen lumpur yang tebal supaya segera dikeruk.

"Pastikan seluruh saluran tidak tersumbat," kata Sri disela sela kunjungannya, Minggu (27/9/2020).

 Banjir

Perempuan yang juga menjabat sebagai Asisten Bidang Perekonomian Sekda DKI Jakarta itu, juga meminta agar perbatasan wilayah yang mempunyai permasalahan supaya didata. Nantinya data tersebut akan dirapatkan dengan Gubernur DKI Jakarta.

"Data apa yang menjadi permasalahan. Nanti akan rapatkan. Sehingga permasalahan wilayah bisa diatasi bersama," pungkasnya.

Untuk mengantisipasi banjir pada musim hujan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 52 tahun 2020 tentang Percepatan Peningkatan Sistem Pengendalian Banjir di Era Perubahan Iklim.

Ingub yang ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 15 September itu antara lain memerintahkan Lurah, Camat, Walikota hingga Kepala Dinas untuk mengebut semua program penangan banjir mengingat adanya perubahan iklim dimana musim penghujan diperkirakan terjadi lebih awal dari biasanya.

"Dengan terjadinya peningkatan intensitas hujan akibat perubahan iklim, diperlukan percepatan peningkatan pengendalian banjir Jakarta yang responsif, adaptif, dan memiliki resiliensi atas resiko banjir yang dihadapi saat ini dan di masa yang akan datang, baik dari segi peningkatan infrastruktur fisik maupun infrastruktur sosial," kata Anies dalam Ingub.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini