Bus Sekolah DKI Difungsikan Bawa Pasien Positif Covid-19 Selama Pandemi

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Minggu 27 September 2020 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 338 2284608 bus-sekolah-dki-difungsikan-bawa-pasien-positif-covid-19-selama-pandemi-Q7ZCsHJlMA.jpg Bus Sekolah DKI saat bawa pasien Covid-19 (foto: Sindonews/Okto/ist)

JAKARTA - Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, telah mengevakuasi 1.800 pasien terkonfirmasi Covid-19 ke tempat isolasi. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari lima wilayah di DKI Jakarta.

Kepala UPAS Dishub DKI Jakarta, Ali Murthado mengatakan, sebelum dijadikan kendaraan untuk evakuasi pasien Covid-19 kendaraan terlebih dulu dimodifikasi.

"Ada 10 unit bus yang sudah dimodifikasi untuk mengangkut 1.800 pasien positif Covid-19 selama awal pandemi," kata Ali saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Minggu (27/9/2020).

 Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Sebanyak 13.265 Orang 

Ali menjelaskan, proses evakuasi pasien Covid-19 melibatkan jajaran Dinas Kesehatan serta TNI dan Polisi. Hal itu dilakukan untuk mempermudah jalannya evakuasi karena petugas yang mengantar pasien positif Covid-19 ke tempat isolasi dituntut tepat waktu.

"SOP nya sejak permintaan penjemputan itu, dua jam harus tiba di lokasi. Jadi misalnya jam 7 kita dapat permintaan, kita maksimal jam 9 sudah sampai lokasi," ujarnya.

 Baca juga: Perkantoran Pelanggar PSBB Total Semakin Meningkat Selama 2 Pekan 

Selain dituntut tepat waktu, seluruh petugas pun harus siap selama 24 jam. Sebab, kata dia, permintaan penjemputan tidak bisa diprediksi. Oleh karena itu pihaknya membagi petugas ke dalam beberapa tim.

"Kita sudah bagi tim, jadi minimal satu tim itu ada tujuh orang dan memiliki tugas yang berbeda. Ada yang tugasnya mensurvei tempat, kemudian berkoordinasi dengan lokasi evakuasi, kemudian ada yang bertugas memasang dan mencopot APD, dan ada yang mengawal bus sampai menyemprotkan disinfektan," ujarnya.

Untuk memastikan petugas terbebas dari penularan Covid-19, pihaknya memodifikasi kabin penumpang dan kabin pengemudi. Selain itu, petugas yang berhak mengantar pasien Covid-19 ke temapat isolasi pun diseleksi secara ketat.

"Ada 30 orang dari 428 awak bus yang terpilih. Kita seleksi berdasarkan usia, kemudian riwayat kesehatan, kemudian keluarga, kita upayakan yang belum berkeluarga dan yang ketiga keterampilan dalam membawa bus," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini