Doni Monardo: Pak Luhut Hampir Setiap Hari Pimpin Rakor Penanganan Covid-19

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 28 September 2020 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 338 2284889 doni-monardo-pak-luhut-hampir-setiap-hari-pimpin-rakor-penanganan-covid-19-e6FXnSmkAQ.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menugaskan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan menangani virus corona di sejumlah provinsi prioritas.

(Baca juga: Presiden Jokowi Minta Perencanaan Vaksinasi Siap Dalam Dua Minggu)

Selama terlibat dalam penanganan Covid-19, Luhut disebut hampir setiap hari memimpin rapat koordinasi untuk menyinergikan seluruh komponen. Mulai dari kementerian/lembaga, pelibatan pakar, dan membuat standar operasional prosedur (SOP) penanganan virus corona.

"Intervensi yang telah dilakukan pemerintah, bapak Presiden menugaskan Wakil Ketua Komite pak luhut hampir setiap hari beliau memimpin rapat koordinasi untuk sinergikan seluruh komponen. Seluruh K/L, termasuk pelibatan pakar-pakar di bidang epidemiologi, kesehatan masyarakat, ahli obat, dan sudah dibuatkan sebuah SOP yang akan jadi rujukan kepada seluruh pimpinan RS agar bisa mengikuti SOP yang telah disusun oleh Kemenkes didukung para pakar dari lima asosiasi profesi," ujar Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo selepas rapat bersama Presiden Jokowi secara virtual, Senin (28/9/2020).

Doni memaparkan, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terjadi penurunan angka kasus positif virus corona di Indonesia. Hingga hari ini angka kasus aktif di Tanah Air berada di bawah rata-rata global.

"Perintah presiden pada 17 yang lalu, Wakil Ketua komite Bapak Luhut Binsar Pandjaitan, kita lihat data di sini, 6 September menuju ke 13 terjadi kenaikan sekitar 0,5 persen. Dan berturut-turut terjadi penurunan. Data kemarin telah berada di posisi 22,5 persen. Tepatnya 22,46 persen. Ini tren penurunan. Jadi kita lihat data global pada 23,13 persen. Kita berada di bawah angka global ya untuk kasus aktif," paparnya.

Sementara itu, Doni menjelaskan angka kesembuhan sempat mengalami penurunan, namun belakangan terus mengalami kenaikan hingga 73,77 persen. Namun demikian ia mengakui angka kesembuhan Covid-19 di Indonesia masih sedikit di atas rata-rata global.

"Kemudian untuk kesembuhan, yang semula 71,4 persen pada 6 September, kemudian turun menjadi 71 persen. Artinya jumlah pasien sembuh berkurang. Tetapi tanggal 20 September mengalami peningkatan sebesar 1,5 persen dan kemarin data yang diberikan dari Kemkes telah bertambah lagi menjadi 73,77 persen. Masih sedikit di atas angka global tetapi kita harapkan angka kesembuhan ke depan semakin membaik," jelas dia.

Sedangkan angka kematian, Doni mengatakan trennya terus mengalami penurunan meski saat ini masih berada di atas rata-rata global.

"Demikian angka kematian kalau kita lihat pada 6 Sept 4,1 persen, kemudian turun turun dan sekarang berada di posisi 3,8 persen. Artinya mengalami tren penurunan walaupun masih di atas angka rata-rata global," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini