Taman Mini, Ragunan dan Islamic Center Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Bima Setiyadi, Koran SI · Senin 28 September 2020 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 338 2284958 taman-mini-ragunan-dan-islamic-center-jadi-tempat-isolasi-pasien-covid-19-64Gfmnynl2.JPG Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta tetapkan tiga lokasi khusus isolasi pasien positif Covid-19. Segala biaya perawatan pasien selama di isolasi akan ditanggung dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ketiga lokasi tersebut tentunya milik Pemprov DKI Jakarta. Diantaranya yaitu, Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jalan Raya TMII, Cipayung, Jakarta Timur; Graha Wisata Ragunan Komplek GOR Jaya Raya Ragunan, Jalan Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan; dan satu lokasi lainnya adalah gedung Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Centre) di Jalan Kramat Jaya, Tugu Utara Koja, Jakarta Utara.

Penetapan lokasi karantina ini ditetapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 979 Tahun 2020 tentang Lokasi Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI Jakarta dalam Rangka Penanganan Covid-19.

"Menetapkan Lokasi Isolasi Terkendali milik Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dalam rangka penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan daftar sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Gubernur ini," seperti yang dikutip dalam Kepgub Nomor 979, Senin (28/9/2020).

Dalam Kepgub itu, Anies menyebut bahwa biaya yang dipakai untuk melangsungkan karantina pasien penyakit menular ini bersumber dari Anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta atau sumber lain yang sah. Sayangnya dia tidak menyebutkan besaran biayanya.

"Biaya yang diperlukan untuk pengelolaan Lokasi Isolasi Terkendali dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 sebagaimana dimaksud dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan atau sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perpungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melarang isolasi mendiri di rumah lantaran proses penyembuhan ini justru memicu lahirnya klaster Rumah tangga yang belakangan marak terjadi.

Sebagai permulaan Pemerintah Pusat kemudian memberikan dua tower yakini tower 4 dan 5 di wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat untuk menjadi tempat untuk mengkarantina pasien corona bergejala ringan atau tanpa gejala.

Dua tower itu telah dipakai selama beberapa Pekan belakangan. Selain wisma atlet Pemerintah Pusat juga sedang mengusahakan sekitar 15 hotel bintang dua dan tiga untuk disulap jadi tempat isolasi dengan perkiraan kapasitas mencapai 3.000 pasien.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini