2 Pekan PSBB Total, Kasus Covid-19 di Jakarta Mulai Turun

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 28 September 2020 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 338 2285132 2-pekan-psbb-total-kasus-covid-19-di-jakarta-mulai-turun-Gq1SK3TdLb.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

JAKARTA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta yang kembali diperketat, menemui hasil positif. Kasus penularan Covid-19 tercatat mulai menurun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, pihaknya mencatat kasus Covid-19 sebanyak 707 kasus hari ini, Senin (28/9/2020).

Sebelum PSBB diperketat, kasus penularan Covid-19 di atas 1.000 setiap harinya.

DKI melakukan tes PCR sebanyak 6.429 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 5.122 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 707 positif dan 4.415 negatif.

"Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 807 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 100 kasus dari tanggal 27 September baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 85.523. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 68.518," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Positif Covid-19, Ketua KPI Sumut Meninggal Dunia 

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 12.732 orang yang masih dirawat/isolasi. Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 72.177 kasus.

"Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 57.741 dengan tingkat kesembuhan 80,0%, dan total 1.704 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,4%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,8%," ujar Dwi.

Sementara itu, positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 11,0%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 7,9%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Angkot yang Terapkan Jaga Jarak Hanya 43 Persen 

Pada penerapan kembali PSBB seperti awal pandemi, Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri Covid-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.

"Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko Covid-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki. Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahaan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta," ucapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini