Share

Ini Alasan Pemprov DKI Larang Restoran Layani Makan di Tempat

Bima Setiyadi, Koran SI · Selasa 29 September 2020 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 338 2285558 ini-alasan-pemprov-dki-larang-restoran-layani-makan-di-tempat-GyqCuiGrTU.jpg Penerapan protokol kesehatan di restoran. (Ilustrasi/Dok Okezone)

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta mengakui tidak adanya kajian dalam kebijakan larangan makan di tempat restoran selama PSBB ketat berlaku. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan laporan adanya pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 ketika makan di tempat.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, secara kajian ilmiah, Pemprov DKI Jakarta memang belum pernah melakukannya. Namun, pihaknya kerap mendapatkan laporan adanya potensi penularan Covid-19 di restoran yang menyediakan tempat untuk makan.

"Saat makan di tempat, pengunjung tidak menggunakan masker, saling berhadapan dan kadang ada yang merokok, ngobrol sampai lupa protokol kesehatan. Itu berpotensi terjadinya penularan," kata Widyastuti kepada wartawan, Selasa (29/9/2020).

Widyastuti menjelaskan, penularan Covid-19 itu bisa saja ditangkal apabila pengunjung restoran langsung meninggalkan tempat setelah menyantap sajiannya. Tidak perlu berlama-lama ngobrol, apalagi sampai nongkrong.

Droplet, lanjut Widyastuti, akan lebih mudah keluar saat makan sembari mengobrol. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta melarang restoran membuka layanan makan di tempat.

"Kalau makan cepat langsung pulang mungkin bisa. Tapi begitu makan, ada ngobrolnya, ada merokoknya kadang-kadang, di situlah terjadi interaksi antar orang yang sekali lagi kita enggak pernah tahu apakah teman kita tadi positif atau tidak kalau tidak dilakukan pemeriksaan," tuturnya.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Emil Arifin memastikan tidak ada penularan Covid-19 di restoran. Hal itu terbukti ketika PSBB transisi berlaku. Sebab semua tempat usaha rumah makan dan restoran sejak dibuka kembali pada masa transisi beberapa bulan lalu sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Apalagi restoran dan rumah makan yang berlokasi di mal dan hotel bahkan menerapkan protokol kesehatan yang dua kali lipat jauh lebih ketat.

Baca Juga : Ini Alasan Polri Tak Izinkan Pelaksanaan Liga 1 dan 2

Diketahui sebelumnya, pada masa PSBB ketat yang dimulai sejak 14 September 2020, Pemprov DKI Jakarta melarang restoran melayani pengunjung makan di tempat. Hal itu dikarenakan potensi penularan Covid-19 di restoran rawan terjadi.

Baca Juga : 19 Perusahaan di Jaksel Ditutup Gegara Langgar PSBB Total

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini