Peredaran Ribuan Pil Ekstasi di Tangsel Terungkap, Pabrik Rumahan Ini Sumbernya

Hambali, Okezone · Rabu 30 September 2020 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 338 2286294 peredaran-ribuan-pil-ekstasi-di-tangsel-terungkap-pabrik-rumahan-ini-sumbernya-oFznnpRvvr.jpg (Foto: Okezone.com/Hambali)

TANGSEL - Polisi berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis pil ekstasi di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Ribuan pil dipasok dari pabrik rumahan atau home industri yang berada di kawasan Cipondoh, Tangerang.

Dua pelakunya masing-masing berinisial DI (28) dan JC (26). Mereka memiliki peran masing-masing, di mana DI sebagai kurir, sedangkan JC sebagai peracik bahan campuran. Sejumlah barang bukti turut diamankan, yakni alat cetak, bahan-bahan kimia, serta sejumlah pil yang belum dijual. 

Kapolres Tangsel, AKBP Iman Setiawan menerangkan, penangkapan terhadap kedua pelaku merupakan hasil pengembangan jajaran Polsek Kelapa Dua. 

Didapati peredaran pil ekstasi yang dijual bebas melalui bantuan seorang kurir. "Kemudian ditelusuri, dan diketahui bahwa rumah di Jalan Palm, Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang ada tempat pembuatan home industri narkotika jenis ekstasi," kata Iman di Mapolres Tangsel, Rabu (30/9/2020).

Foto: Hambali

Target pemasarannya sendiri memang tak hanya Kota Tangsel, melainkan juga wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Dari pengakuannya, pelaku telah mengoperasionalkan pabrik rumahan itu sejak setahun belakangan dengan hasil produksi ribuan pil.

Baca juga: Transaksi Sabu di Jalanan, 3 Pengedar Ditangkap Polisi 

"Diketahui kedua tersangka ini sudah melakukan kurang lebih 1 tahun ke belakang, dan peredaran pil ini sudah ribuan yang diedarkan di wilayah Tangerang Raya," jelasnya.

Dilanjutkan Iman, kapasitas produksi pabrik rumahan itu bisa mencapai sekira 50 butir satu hari. Tiap butir dijual seharga Rp200 ribu. Para pembelinya pun beragam, terdiri atas berbagai kalangan baik pelajar, mahasiswa atau yang lainnya.

"Diedarkan sesuai dengan pemesanan, baik lewat chatingan maupun pesanan dengan beberapa jaringan penjualannya," ungkap Iman. 

Polisi masih mendalami dengan siapa pelaku bekerja sama memproduksi pil haram tersebut. Sementara ini, baik DI dan JC menyebut jika usaha itu ditempuhnya dari belajar otodidak dan kemauan sendiri tanpa melibatkan pihak lain. 

"Sejauh ini belum kita temukan itu (pihak lain), ini masih pendalaman, pemeriksaan saat ini. Tersangka sementara tidak punya pekerjaan tetap, salah satu pekerjaan adalah menjual narkotika jenis ekstasi ini," tukas Iman.

Kedua pelaku dijerat Pasal 196, dan Pasal 197 Undang-Undang (UU) Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Pasal 113, Pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka diancam dengan hukuman 15 tahun kurungan penjara. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini