Pemkab Bekasi Perpanjang PSBM Selama 4 Pekan, Ini Pertimbangannya

Wisnu Yusep, Okezone · Rabu 30 September 2020 19:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 338 2286376 pemkab-bekasi-perpanjang-psbm-selama-4-pekan-ini-pertimbangannya-RLymzKECHW.jpg Razia masker di Bekasi. (Foto: Okezone.com/Wisnu Yusep)

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi memperpanjang kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) selama 4 minggu. Kebijakan ini sesuai instruksi Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Keputusan itu dituangkan melalui keputusan Gubernur Ridwan Kamil Nomor 443/Kep.575-Hukham/2020 terkait perpanjangan keenam pemberlakuan PSBM wilayah penyangga DKI Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. 

"Kami mengikuti kebijakan Provinsi Jawa Barat memperpanjang PSBB Proporsional dalam skala mikro atau PSBM hingga 27 Oktober mendatang," kata juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, Rabu (30/9/2020).

Alamsyah mengatakan, perpanjangan status ini diberlakukan sejak keputusan tersebut ditandatangani Gubernur Jawa Barat pada Selasa (29/9) dan dapat diperpanjang apabila masih terdapat bukti penyebaran Covid-19. 

Keputusan itu diambil, menyusul data penyebaran Covid-19 di wilayahnya yang masih masuk katagori risiko tinggi. Berdasarkan data pikokabsi.bekasikab pada Rabu 30 September 2020, angka kasus positif secara akumulatif mencapai 2.800 kasus dengan penambahan 20 kasus hari ini. 

Baca juga: 21 Remaja Positif Covid-19 di Cigombong Bogor Ternyata Santri Ponpes

Dalam lima hari terakhir, tepatnya 26-30 September 2020, di Kabupaten Bekasi masih terjadi peningkatan kasus positif hingga 334 kasus baru. Meskipun dari total 2.800 kasus positif, 2.353 (84%) dinyatakan telah sembuh secara keseluruhan.

"Pasien yang sembuh dalam lima hari terakhir juga mengalami peningkatan yakni mencapai 265 orang," ujar Alamsyah. 

Sedangkan jumlah kasus positif aktif mencapai 399 pasien. Dari jumlah tersebut, 102 pasien dirawat di rumah sakit dan 297 pasien menjalani isolasi mandiri.

Kebijakan Gubernur Jawa Barat ini juga, kata dia, dalam rangka mendukung kebijakan PSBB secara ketat DKI Jakarta dengan meresponnya melalui PSBM terutama di zona yang menjadi perbatasan langsung dengan DKI Jakarta. 

Secara umum, kebijakan PSBM hampir sama dengan PSBB proporsional, namun wilayahnya dipetakan lagi hingga ke kecamatan dan desa yang menjadi zona merah. 

"Kita terus melakukan langkah masif dalam memutus rantai penyebaran virus ini, tes usap kita maksimalkan ke seluruh sektor kegiatan masyarakat, kebijakan bekerja dari rumah juga kita ketatkan lagi dengan menambah porsi ASN yang WFH hingga 75 persen," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini