Operasi Yustisi, 108.088 Ribu Orang Terjaring dan 42 Kantor Disegel

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 02 Oktober 2020 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 338 2287467 operasi-yustisi-108-088-ribu-orang-terjaring-dan-42-kantor-disegel-VVfv9I0RLF.jpg Pelanggar protokol kesehatan sedang diberikan sanksi sosial (Foto: iNews)

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyebut sebanyak 108.088 ribu orang terjaring Operasi Yustisi yang digelar sejak 14 September hingga 1 Oktober 2020 oleh tim gabungan. Sebanyak 56.405 pelanggar diberi sanksi tertulis, dan 18.677 orang diberi sanksi lisan.

"Kemudian, sanksi sosial yang sudah diterapkan adalah 31.968 orang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat (2/10/2020).

Sementara itu, kata Yusri, ada 1.780 orang yang dikenai sanksi denda dengan nilai denda mencapai lebih dari Rp360 juta. "Nilai denda sekitar Rp360.120.000 ribu," ungkapnya.

Baca Juga:  4 Pegawai Kejari Bogor Positif Covid-19, 20 Orang Dites Swab

Tak hanya itu, dalam operasi ini petugas juga melakukan penyegelan sejumlah kantor dan tempat makan lantaran dianggap melanggar aturan yang ada.

"Jadi, ada perkantoran 42 yang dilakukan penyegelan oleh Satpol PP. Kemudian, ada rumah makan sekitar 413 tempat yang sudah kita lakukan penyegelan karena tidak sesuai ketentuan Pergub 88 dan juga aturan Pergub 79 Tahun 2020," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Operasi Yustisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) digelar oleh TNI-Polri bersama dengan Pemprov DKI Jakarta dan petugas kejaksaan serta pengadilan. Operasi ini sendiri dilaksanakan sejak 14 September 2020.

Baca Juga:  5 Provinsi Paling Banyak Sumbang Covid-19 Hari Ini, Jakarta 1.198 Kasus

Adapun sasaran Operasi Yustisi ini adalah mengawasi dan menindak masyarakat yang melanggar protokol kesehatan setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut kebijakan PSBB transisi dan kembali mengetatkan PSBB.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini